ADVERTISEMENT

Sri Mulyani Respons Ketua MPR yang Khawatir Lonjakan Beban Utang RI

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 16 Agu 2022 18:56 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati melantik Kepala BKF dan Dirut LMAN
Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut menyinggung 66 negara yang berpotensi mengalami krisis utang. Bahkan Sri Mulyani turut menyebut adanya potensi default atau gagal bayar utang.

Meski mengakui Indonesia mengalami lonjakan utang dalam dua tahun terakhir, tetapi jika dihitung secara rasio utang terhadap PDB jumlahnya justru turun.

Hal ini sekaligus merespons pernyataan Ketua MPR Bambang Soesatyo soal kekhawatiran lonjakan utang pemerintah.

"Rasio utang Indonesia tahun 2022, hingga Juli sudah menurun sangat tajam, sekarang di 37,9%. Tadi yang disampaikan ketua MPR masih di angka 40,73% yaitu posisi akhir 2021," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN di Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Dia menambahkan, APBN Indonesia sudah bekerja keras selama 2 tahun terakhir. Hasilnya Indonesia dapat memulihkan kondisi ekonomi tanpa mengorbankan banyak aspek.

"APBN kita yang sudah bekerja keras 2 tahun sekarang menuju soft landing tanpa mengorbankan pemulihan ekonomi," sambungnya.

Menurutnya hal ini sudah ter afirmasi dengan rating agensi. Di seluruh dunia hanya 30 negara yang mendapatkan upgrade dari segi ratingnya. Sementara 161 negara mengalami downgrade akibat kondisi fiskal yang buru.

"Inilah artinya kita Kita menggunakan fiskal tools secara hari2 dan tepat, sehingga kita bisa memulihkan ekonomi namun tidak mengorbankan kesehatan APBN," tutur Sri Mulyani.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT