Riau Ingin 'Depak' Australia soal Pasokan Daging
Senin, 26 Jun 2006 17:55 WIB
Jakarta - Pemerintah propinsi Riau berniat mengembangkan sektor peternakan rakyatnya secara massal. Ambisinya, Riau ingin menjadi pemasok utama daging segar untuk Malaysia dan Singapura yang selama ini dilakoni Australia.Dana sebesar Rp 1 triliun dari total Rp 4 triliun telah disiapkan untuk pengadaan 100 ribu ekor sapi. Pengelolaanya tidak di dalam ranch baru yang dibangun khusus, tetapi oleh peternakan rakyat. "Modalnya murni dari APBD. Kita tidak sertakan swasta besar karena program ini untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Setiap KK akan mendapat 10 ekor sapi," kata Kadis Peternakan Riau, Marzuki Husein, di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (26/6/2006).Hal itu disampaikannya pada wartawan usai mendampingi Gubernur Riau Rusli Zaenal menghadap Wapres Jusuf Kalla untuk melaporkan realisasi dari rencana pengembangan propinsinya. Sejumlah bupati, ikut hadir dalam pertemuan sore ini.Menurut Marzuki, potensi untuk menjadi pemasok daging segar ke dua negara yang berbatasan langsung dengan wilayah Riau -termasuk kawasan Asia- kini sangat terbuka. Pasalnya, di Taiwan, pengembangan ternak sapi dihentikan pasca serangan wabah penyakit mulut dan kuku. Sementara Australia, karena faktor jarak geografis tidak dapat memasok daging sapi potong segar ke Singapura dan Malaysia. Australia hanya mampu memasok daging beku."Daging kita bisa sampai di sana (Singapura dan Malaysia) sekitar tiga jam setelah sapi dipotong. Pekan depan kita tandatangan MoU untuk pasok lima ton daging segar per hari ke sana mulai awal 2007," imbuhnya.Terkait dengan itu, sejumlah fasilitas pendukung tengah dikebut pembangunannya. Yaitu rumah sakit hewan dan rumah potong hewan modern. Sementara infrastruktur dermaga feri ro ro (roll in roll out) mulai dibangun September mendatang.
(qom/)











































