Pertamina Usulkan Subsidi Elpiji Rp 2.665/kg
Senin, 26 Jun 2006 18:18 WIB
Jakarta - Pertamina mengusulkan subsidi untuk elpiji sebesar Rp 2.665/kg sehingga harga jual tetap Rp 4.250/kg. Namun angka ini masih akan diperhitungkan dengan Menko perekonomian. "Yang sekarang tidak disubsidi, tapi ya nanti disubsidi sehingga harga jual tetap Rp 4.250/kg, kita usulkan subsidi Rp 2.665/kg," kata Direktur pemasaran dan Niaga Ahmad Faisal seusai raker dengan komisi VII di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/6/2006).Faisal menjelaskan, dengan tidak naiknya harga elpiji, Pertamina akan mengalami kerugian Rp 1.9 triliun ditahun 2006. Hal itu dikhawatirkan dapat mengakibatkan tidak tercapainya setoran dividen sebesar Rp 15 triliun. Angka itu berdasarkan perhitungan harga elpiji internasional US$ 505/ton sehingga harga ke konsumen mencapai Rp 7.000/kg, ditambah dengan PPN Rp 500/kg dan biaya distribusi Rp 400/kg.Pertamina juga memperkirakan kebutuhan elpiji dengan adanya peralihan minyak tanah mencapai 6,8 juta ton per tahun. Dan dengan memperhatikan tingkat kebutuhan yang besar serta kemampuan fasilitas dan pasokan dalam negeri maka pengalihan tidak bisa dilakukan sekaligus namun bertahap 2007 sampai 2010."Kira-kira impor 3,7 juta ton pada 2010 setelah seluruh fasilitas siap karena kemampuan maksimal Pertamina hanya satu juta ton, paling besar Balongan sekitar 800 ribu ton per tahun, 2 juta dari Belanak dan Jabung dimana masing masing produksi satu juta ton," urai Faisal.Sementara kapasitas tanki timbun Pertamina yang hanya 28 ribu ton akan ditingkatkan menjadi 200 ribu ton. "Nantinya kita sewa karena investasi cukup besar, tanki timbun investasi sekitar Rp 5 Triliun. Pertamina tidak investasi nanti akan undang swasta yang membangun, biaya sewa sekitar US$ 29/ton," jelas Faisal.Mengenai nasib, agen minyak tanah, Faisal menjelaskan bahwa mereka kemungkinan akan diupayakan menjadi agen elpiji akan tidak muncul protes.
(qom/)











































