ADVERTISEMENT

Cari Cuan Pakai 'Tuyul' Kripto

Edward F. Kusuma - detikFinance
Kamis, 18 Agu 2022 07:28 WIB
Jakarta -

2014 adalah titik awal Joko Crypto meniti karir di dunia uang digital. Menurutnya, membuat pengorbanan sebagai pijakan awal adalah hal yang lumrah dilakukan. Syaratnya, seorang pemula harus membekali diri dengan pengetahuan yang cukup.

"Waktu itu saya nabung sekitar 2 bulan untuk beli VGA bekas 3 unit sama motherboard, SSD dan segala macam," kenang Joko Crypto dalam d'Mentor on location Kamis, (18/8).

Joko mengaku jauh sebelum kenal kripto, dirinya hanya pekerja kelas bawah Pasar Tanah Abang. Tekad kuat untuk mengubah nasib membawanya ke forum di dark web yang membahas tentang kripto. Bukan hanya mempelajari, Joko menandaskan, ia perlu mempraktekkannya.

"Dulu 3 VGA itu saya beli second, total satu second waktu itu Rp 1,1 juta. Berarti total pokoknya uang saya habis 5 jutaan dan saya nggak punya tempat. Karena waktu itu saya hidup masih rumah kontrakan. Ya sudah saya nambang disitu saya merasakan ada penghasilan, bisa jadi uang. Akhirnya dari situ saya merasa ini bisnis loh, ini nyata," paparnya.

Singkat cerita Joko memutar otak untuk bisa penghasilan dari menambang tanpa keluar modal. Dia mengenalkan blockchain dan kripto ke pengusaha konveksi di Pasar Tanah Abang, alhasil tidak ada satupun yang percaya.

"Akhirnya pakai metode lain jadi saya bilang gini. Di Indonesia uniknya orang lebih susah percaya dengan teknologi dibanding spiritual. Jadi seolah-olah saya bilang 'saya habis mendalami ilmu batin'. Saya sekarang bisa tangkap tuyul bos," paparnya.

Joko mengatakan tawarannya jual jasa beli tuyul akhirnya termakan dengan salah satu pengusaha konveksi. Sekian lama berjalan, hasil tambang di blockchain dengan sistem bagi hasil akhirnya termakan.

"Ya sudah, prosesnya berjalan dan merebak. Akhirnya kita bikin konsorsium. Nah di konsorsium perdana yang saya buat itu isinya 1000 rig. Total sekarang sudah banyak sekali konsorsium yang dibangun," ujarnya.

Joko mengatakan di tengah jatuhnya harga kripto justru peluang menarik bagi untuk mining kripto. Dengan catatan, ada strategi khusus yang membutuhkan komitmen kuat dari miner.

"Jadi kalau kita nambang langsung jual, ya itu benefit nya akan jadi lebih lama. Jadi mendingan sekali gebuk kita udah dapat modalnya plus hasilnya, barangnya," ujarnya.

Joko menekan untuk pemula yang ingin terjun ke bisnis cryptomining, bahwa hasil yang didapat tidak instan. Meski begitu risiko yang dialami sangat kecil.

"Contoh misalnya mas buka warung buka apa, mas kan harus mikirin marketingnya. Mikirin brandingnya bikin pemasaran, tapi kalau ini kita selalu punya customer. Asal dengan strategi yang bagus," pungkasnya.

(edo/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT