ADVERTISEMENT

Surplus hingga 3 Juta Ton, Jagung RI Diekspor ke Filipina

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2022 16:42 WIB
Sebanyak 13.500 ton Jagung  diekspor ke Filipina dari Pelabuhan Badas Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB disaksikan oleh 
Wakil Bupati Sumbawa Drs.H Mahmud Abdullah.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Indonesia akan mengekspor jagung ke Filipina. Perum Bulog sudah menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila agar dapat merealisasikan hal tersebut.

Kepala Divisi Pengadaan Komoditi Perum Bulog Budi Cahyanto mengatakan berdasarkan perhitungannya Indonesia bisa surplus jagung hingga 3 juta ton. Hal ini membuat peluang ekspor terbuka lebar.

"Jagung sangat berpeluang untuk kita ekspor karena memang produksinya kurang lebih surplusnya bisa sampai 3 juta ton. Saya sebelum ke sini sudah menghubungi KBRI juga di Manila, beliau sangat aware, sangat bisa membantu untuk kita bisa merealisasikan itu dalam waktu dekat," kata Budi dalam webinar FMB9, Jumat (19/8/2022).

Dalam proses pengadaan nanti akan menyerap langsung jagung dari petani. Selain itu juga menggandeng beberapa pemasok.

Seiring rencana tersebut persoalan kekurangan mesin pengering jagung juga diatasi. Saat ini Bulog sedang membangun fasilitas mesin pengering jagung atau corn drain center (CDC).

Ada 6 titik lokasi yang sedang dibangun dengan kapasitas setiap unitnya kurang lebih 120 ton per hari. Jika diakumulasikan, kapasitas total dari fasilitas ini mencapai 108.000 ton per tahun.

"Ini tentu bisa kita revolving (putar) stoknya hingga pada saat yang sama ketika Indonesia ada shortage (kekurangan) terhadap kebutuhan jagung, potensi harga naik, kita sudah memiliki kesiapan jagung ke depan. Tapi ini kesiapannya kurang lebih di bulan Desember," tutur Budi.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT