ADVERTISEMENT

Ini 5 Poin Pidato Jokowi untuk Wujudkan Infrastruktur yang Hakiki

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 19 Agu 2022 12:57 WIB
Presiden Jokowi (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Jokowi (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Dalam agenda kebangsaan awal periode Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yaitu pengembangan SDM unggul dan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur, pemerintah sudah memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun harus dapat menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, kawasan wisata, serta dapat mendongkrak lapangan kerja baru.

Hali ini tertuang dalam pidato Pelantikan Presiden Jokowi dua periode tahun 2019. Tahun 2022 ini, pemerintah sudah konsisten terhadap capaian-capaian perkembangan pembangunan infrastruktur yang terdapat di dalam 5 point penting disampaikan pada Pidato Kenegaraan pada 16 Agustus 2022.

Infrastruktur penting terhadap agenda bangsa ke depan untuk kemajuan Indonesia, Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Andira Reoputra mengatakan bahwa pemerintah hari ini membawa konsistensi kemajuan di bidang infrastruktur yang sudah sesuai target dalam delapan tahun pemerintahan Presiden Jokowi mampu mempertahankan dan mengembangankan agenda pembangunan infrastruktur.

Seperti catatan yang ada bahwa jalan dan jembatan yang dibangun dalam empat tahun pemerintahan Jokowi-JK antara lain jalan sepanjang 3.432 kilometer, jalan tol sepanjang 947 kilometer, jembatan sepanjang 39,8 kilometer, dan jembatan gantung sebanyak 134 unit.

"Selain itu, ada 10 bandar udara (bandara) baru yang dibangun di periode pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, seperti Bandara Miangasm Ketung, Tebeliang, Maratua, Morowali, Namniwel, Weru dan Koroway Batu," ujar pria yang akrab disapa Reo itu dalam keterangannya, ditulis Jumat (19/8/2022).

Yang hari ini masuk pada tahun ke delapan pada era pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin dengan melihat hasil dari realisasi dan targetan infrastruktur yang ada, lanjut Reo, tentunya sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dimana Infrastruktur itu, yang pertama, cipta lapangan kerja, menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru, dan perbaikan jaringan logistik.

"Dimana masuk pada point realisasi dalam pidato kemarin yaitu Indonesia mampu mempertahankan agenda utamanya," tutur anak muda profesional yang juga Direktur BUMD Jatim PT. Jatim Grha Utama.

Ia menambahkan, momentum hari kemerdekaan ke 77 bukti kongkrit bahwa membangun infrastruktur berarti mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Selama ini, pembangunan infrastruktur terpusat hanya di Pulau Jawa. Sehingga, ketimpangan infrastruktur di antara pulau-pulau lain di Indonesia menjadi besar," ucapnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT