Adakah Beras Impor Beredar di Pasar? Pedagang Bilang Begini

ADVERTISEMENT

Adakah Beras Impor Beredar di Pasar? Pedagang Bilang Begini

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 21 Agu 2022 14:45 WIB
Rencana impor beras oleh mendapat penolakan oleh sejumlah pihak, termasuk dari Dirut Perum Bulog. Yuk kita lihat stok beras Bulog di gudang Cimahi, Jawa Barat.
Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah sudah 3 tahun tidak mengimpor beras. Alhasil, Indonesia mendapatkan penghargaan swasembada beras dari IRRI.

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) semringah dan mengapresiasi hal tersebut. Apalagi atas capaian tersebut Indonesia mendapatkan penghargaan International Rice Research Institute (IRRI).

"So far ini sih ok ya sudah tiga tahun ini kita tidak impor beras untuk konsumsi masyarakat umum. Jadi kami memberikan apresiasi kepada pemerintah dan Presiden Jokowi," Kata Ketua Umum APPSI, Sudaryono dalam keterangannya, Minggui (21/8/2022).

Sudaryono menambahkan, di pasar, hingga saat ini tidak ada keluhan masyarakat mengenai pasokan beras untuk konsumsi yang mengharuskan pemerintah mengimpor.

"Biasanya kan ada kebijakan-kebijakan dari banyak rezim seperti periode lalu di ujung periode Pak Jokowi juga kebetulan melakukan impor beras yang cukup besar. Ini sudah 3 tahun pemerintahan beliau tidak impor," terangnya.

Sudaryono menjelaskan, keterangan yang dimaksud Jokowi adalah Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi untuk masyarakat. Sementara data BPS menyebut Indonesia masih mengimpor beras namun berupa beras khusus yang peruntukkannya bagi kebutuhan industri hotel restoran dan kafe (horeka).


Seperti diketahui, berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang di-update 12 Agustus 2022, Indonesia masih mengimpor beras dari sejumlah negara. Adapun negara asal impor beras itu dari Thailand, Vietnam, Pakistan, Myanmar, China, hingga Jepang.

Meski begitu, Sudaryono mengatakan bahwa jenis beras impor yang dilaporkan BPS tidak ada di pasar. Sebab beras-beras itu diimpor untuk kebutuhan industri, misalnya saja untuk industri makanan.

"Memang ada impor beras yang dimaksud itu kan impor beras premium yang biasa dari Thailand atau Vietnam itukan, memang ada. Beras khas itu kan untuk kebutuhan industri kuliner, di pasar nggak ada. Kalau dijual di pasar tradisional misalnya pasti nggak laku karena tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat umumnya," Jelasnya.

Beras-beras yang diimpor khusus itu, kata Sudaryono biasanya untuk keperluan industri kuliner, misalnya nasi dari Jepang untuk restoran Jepang. Kemudian impor dari India biasanya beras basmati untuk restoran Indian Food.

"Dari Jepang, India itu ya memang tujuannya bukan untuk dijual atau memenuhi stok dalam negeri, tetapi hanya untuk kebutuhan industri itu. Beras basmati itu kan biasanya untuk nasi kebuli di Indian Food, atau Japanese Rice itu kan untuk membuat sushi," lanjutnya.



Simak Video "Jokowi Mau Indonesia Tak Lagi Impor Jagung"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT