Mau Fokus Bisnis, BUMN Pangan Lanjut Jualan Kondom Meong?

ADVERTISEMENT

Mau Fokus Bisnis, BUMN Pangan Lanjut Jualan Kondom Meong?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 22 Agu 2022 17:26 WIB
Condom and packages. Vector flat illustration isolated on white background.
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Holding pangan BUMN PT RNI (Persero) tengah dalam proses refocusing bisnis. Cara yang ditempuh di antaranya ialah melakukan sejumlah divestasi anak usaha yang tidak terkait dengan urusan pangan.

Direktur Utama RNI Frans Marganda Tambunan menjelaskan, beberapa anak usaha yang tidak terkait dengan inti bisnis seperti farmasi akan didivestasi ke PT Bio Farma (Persero). Kemudian, untuk perkebunan akan didivestasikan ke PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

"Jadi ini dalam rangka refocusing bisnis agar ke depan yang ada dalam ID Food ini benar-benar fokus pada pangan pokok penting," katanya dalam acara Ngopi BUMN di Kementerian BUMN Jakarta, Senin (22/8/2022).

"Prioritas seperti itu, tapi tidak menutupi kemungkinan divestasi dilakukan dengan swasta juga," tambahnya.

Divestasi anak usaha ditargetkan paling lambat semester I 2023. Ia mencatat, ada empat anak usaha yang dilepas. Soal nilainya, tambahnya, masih dalam perhitungan.

"Di sawit kita punya Mitra Ogan Laskar di Sumatera Selatan, kemudian ada perkebunan teh Mitra Kerinci di Jambi, kemudian ada Mitra Banjaran pabrik kondom, alat suntik. Ada empat anak usaha," ujarnya.

PT Mitra Rajawali Banjaran merupakan anak perusahaan RNI yang memproduksi kondom merek Meong. Perusahaan itu masih berproduksi tapi tidak sebesar dulu.

Dia mengatakan, perusahaan itu kini lebih fokus pada alat suntik sekali pakai (ASSP). Rencananya, Mitra Rajawali Banjaran akan dilepas ke Bio Farma.

"Sekarang lagi berproses dengan Bio Farma sesama BUMN," katanya.

(acd/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT