Telkom Bantah Data Pelanggan IndiHome Bocor, Ini Penjelasannya

ADVERTISEMENT

Telkom Bantah Data Pelanggan IndiHome Bocor, Ini Penjelasannya

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 22 Agu 2022 20:44 WIB
PT. Telkom Indonesia melakukan perawatan dan perbaikan jaringan internet pascabanjir di sejumlah wilayah yang terdampak agar semua layanan dapat kembali normal.


Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarko (kanan) meninjau perawatan jaringan internet di Perumahan Pondok Karya, Jakarta, Senin (22/2/2021).
Ilustrasi/Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan tak ada kebocoran data pelanggan IndiHome seperti yang banyak dibicarakan. SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza mengatakan tidak ada sistem di Telkom yang menyimpan riwayat pencarian (browsing history) dan data pribadi pelanggan secara berdampingan.

"Setelah kami lakukan penelusuran dan investigasi menyeluruh, kami meyakini dan memastikan bahwa tidak ada kebocoran data pelanggan di sistem kami dan ini 100% merupakan data yang difabrikasi oleh pihak maupun oknum yang ingin memojokkan Telkom," kata Ahmad Reza dalam keterangan tertulis, Senin (22/8/2022).

Keseluruhan data pelanggan IndiHome, kata Ahmad Reza, disimpan dalam sistem keamanan siber yang terintegrasi dan dikelola berdasarkan peraturan serta perundang-undangan yang berlaku.

VP Network/IT Strategy, Technology & Architecture Telkom Rizal Akbar mengatakan data yang beredar saat ini mencantumkan nomor IndiHome yang tidak valid, baik dari jumlah digit maupun format penomoran.

Terkait data browsing history, Telkom menyimpan data tiga bulan terakhir sesuai peraturan perundangan yang berlaku untuk memastikan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan, di antaranya UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan PP No. 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

"Tidak ada niat Telkom untuk mematai-matai atau mengambil manfaat dari data historis maupun data pribadi pelanggan," tuturnya.

Sebagai perusahaan terbuka yang dual listing, Telkom diklaim telah mematuhi etika bisnis, compliance dan tata kelola perusahaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

"Syukur Alhamdulilah tidak terjadi peretasan data pada sistem kami dan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut menjaga suasana kondusif sehingga dapat kami pastikan bahwa data yang beredar di publik adalah bukan data kami. Kami akan terus berupaya meningkatkan pengamanan data pelanggan dan menjadikan hal ini sebagai prioritas utama demi meningkatkan kenyamanan pelanggan," tutupnya.

(aid/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT