Airlangga Beberkan Penggunaan Dana PEN Rp 178 T, Paling Gede Buat Apa?

ADVERTISEMENT

Airlangga Beberkan Penggunaan Dana PEN Rp 178 T, Paling Gede Buat Apa?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 23 Agu 2022 16:35 WIB
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan realisasi Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) yang hingga 19 Agustus 2022 telah terealisasi sebanyak Rp 178 triliun.

Airlangga menyebut dana PEN Rp 35,4 triliun telah digunakan untuk program penanganan kesehatan. Angka tersebut sekitar 28,9% dari pagu Rp 122,54 triliun.

"Untuk penanganan kesehatan itu Rp 35,4 triliun ini sudah digunakan atau setara dengan 28,9% dari pagu Rp 122,54 triliun. Digunakan untuk klaim pasien, insentif nakes (tenaga kesehatan), pengadaan vaksin, perpajakan kesehatan dan dukungan anggaran belanja daerah," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers Evaluasi PPKM melalui YouTube Perekonomian RI, Selasa (23/8/2022).

Lebih lanjut Airlangga menyampaikan, untuk dana perlindungan masyarakat sudah digulirkan Rp 82,3 triliun atau 53,2%. Sementara untuk rinciannya, ia menyebut dana tersebut telah dipergunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kartu Sembako 18,8 juta KPM, BLT minyak goreng Rp 7,2 triliun atau 23,9 juta penerima, dan BLT desa Rp 17,1 triliun atau 7,5 KPM.

"Untuk program penanganan kaki lima dan warung nelayan sebesar Rp 1,3 triliun dan Kartu Prakerja Rp 8,9 triliun untuk 2,5 juta peserta," tambahnya.

Sementara itu untuk penguatan pemulihan ekonomi, Airlangga menyebut sudah digunakan Rp 60,4 triliun atau 33,8% dari pagu Rp 178,32 triliun.

"Ini untuk kegiatan padat karya, infrastruktur, ketahanan pangan, kemudian PIK, kawasan industri, dukungan UMKM dan insentif perpajakan," ungkap Airlangga.

Airlangga menegaskan kembali mengenai fungsi APBN untuk meredam gejolak dan akan terus dilaksanakan. Ia juga menambahkan, program-program tersebut seluruhnya dilaksanakan sesuai dengan dinamika yang ada.

Perlu diketahui, dalam kesempatan tersebut Airlangga juga menyampaikan angka kasus COVID-19 di RI yang kini relatif lebih rendah dari negara-negara lain di dunia. Positivity rate mingguannya berada di angka 9% dengan kasus aktif sekitar 48 ribu kasus yang secara nasional penurunannya di angka 1,12%.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT