Bank Jago Terintegrasi GoTo, Analis Nilai Positif untuk Profitabilitas

ADVERTISEMENT

Bank Jago Terintegrasi GoTo, Analis Nilai Positif untuk Profitabilitas

Inkana Putri - detikFinance
Rabu, 24 Agu 2022 14:52 WIB
GoTo
Foto: GoTo
Jakarta -

Sejumlah analis pasar modal menilai kolaborasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dengan PT Bank Jago Tbk (ARTO) melalui beberapa layanan dinilai bakal memberikan dampak positif dan signifikan terhadap pendapatan kedua perusahaan.

Bagi Bank Jago, dampak positif ini akan memberikan dorongan dalam meningkatkan jumlah nasabah sekaligus memperluas kanal penyaluran kredit. Sementara bagi GoTo, kerja sama ini membuka peluang terkait pembiayaan para pelanggan, baik dari sisi konsumen, merchant atau mitra usaha dalam ekosistem.

Deputy Head of Research Sucor Sekuritas, Paulus Jimmy menilai kerja sama ini akan berkontribusi terhadap percepatan profitabilitas GoTo. Bahkan, menurutnya, profitabilitas GoTo akan semakin meningkat seiring dengan makin luasnya daya jangkau ke masyarakat.

"Ruang tumbuhnya masih besar. Memang kita juga masih menunggu bentuk-bentuk sinergi lain dari ekosistem GoTo dengan partner kerja sama lain seperti dengan Bank Jago ini salah satunya," ungkapnya dalam keterangannya, Rabu (24/8/2022).

Sebagai informasi, kerja sama GoTo dan Bank Jago terwujud di mana GoBiz dan Jago meluncurkan aplikasi Jago Merchant pada awal Agustus lalu. GoBiz merupakan aplikasi merchant untuk mengelola bisnis para mitra usaha Gojek dan GoTo Financial. GoBiz memudahkan para mitra untuk mengelola order, transaksi, manajemen usaha hingga mengatur keuangan. Sementara aplikasi Bank Jago telah terintegrasi dan tertanam dalam aplikasi Gopay dan Gojek sejak tahun lalu. Setelah Gopay dan Gojek, kini aplikasi Jago terintegrasi dengan aplikasi GoBiz.

Selain itu, baru-baru ini, layanan e-commerce dari Grup GoTo yakni Tokopedia menghadirkan fitur GopayLater Cicil, yakni opsi pembayaran Beli Sekarang Bayar Nanti atau Buy Now Pay Later (BNPL). Dalam menjalankan layanan ini, GoTo mendapat sokongan pendanaan dari Bank Jago. GoTo Group juga mengantongi 21,4% saham di Bank Jago.

Menanggapi ini, Analis MNC Sekuritas Tirta Widi Gilang Citradi mengatakan fasilitas cicilan dapat mendorong daya beli konsumen, meningkatkan transaksi dan mengikat loyalitas pelanggan. Hasilnya, sumber pendapatan kedua perusahaan pun akan meningkat.

"Yang paling penting, kolaborasi ini menjadi lompatan besar GoTo Group di bisnis finansial. Ekspansi GoTo ke pembiayaan merchant dan konsumen akan menjadi sumber pendapatan baru. Artinya, ke depan, mesin cetak uang GoTo tidak hanya mengandalkan komisi transaksi di aplikasi. Hal ini menjadi kabar baik di tengah upaya perusahaan meningkatkan layanan dengan margin yang lebih tinggi," ujar Tirta.

"Kerja samanya sudah tentu bersifat inklusif, dalam arti Tokopedia akan menggandeng institusi finansial sebagai sumber pendanaan. Tapi, pada praktiknya, Jago akan memiliki posisi yang berbeda mengingat status GoTo sebagai salah satu pemegang saham Jago dengan kepemilikan 21,4%. Ini adalah sinergi ekosistem paling progresif dan berdampak besar bagi keduanya," kata Tirta.

Menurut Tirta, dengan kekuatan ekosistem dan kemampuan mengoptimalisasi teknologi, GoTo memiliki posisi tawar yang baik dalam menjalin kemitraan, baik dengan bank atau institusi finansial lain yang ingin menggelontorkan dana ke ekosistem. Termasuk dalam menentukan bagi hasil dari kegiatan penyaluran kredit.

"Dengan kekuatan ekosistemnya, GoTo bakal menjadi magnet untuk perbankan. Meski akan bekerja sama dengan institusi finansial, GoTo tampaknya akan memprioritaskan Jago karena ada hubungan ownership. Mereka akan optimalkan segala kemampuan untuk tumbuh bersama," katanya.

Meski sejauh ini GoTo baru memperkenalkan fasilitas BNPL untuk pelanggan Tokopedia, Tirta menyebut ke depannya, akan ada sejumlah produk pembiayaan inovatif lain yang akan meluncur. Misalnya pembiayaan ke mitra GoFood, merchant Tokopedia dan mitra pengemudi.

"Bahkan, sangat mungkin GoTo juga menyediakan angsuran kendaraan listrik buat para mitra ojol. Sekali lagi, ekspansi GoTo ke bisnis pembiayaan bisa dibilang lompatan eksponensial, signifikan dan menjadi sumber pendapatan baru perseroan yang selama ini hanya mengandalkan komisi dari transaksi di aplikasi," kata Tirta.

Saat ini, GoTo telah memiliki pengguna yang terdiri 15 juta mitra usaha, lebih dari 3 juta mitra pengemudi, dan 65 juta konsumen yang bertransaksi secara tahunan dalam satu ekosistem. Adapun para pengguna ini rata-rata telah menggunakan aplikasi Gojek, GoPay dan Tokopedia lebih dari tiga tahun terakhir.

Analis fundamental Kanaka Hita Solvera Raditya Pradana menyebut lewat riwayat transaksi tersebut, GoTo dapat mengenali profil risiko dan karakter para penggunanya. Dengan mengkombinasikan artificial intelligence (AI) dan pemanfaatan big data, GoTo juga dinilai mampu melakukan credit scoring secara efektif sehingga memitigasi potensi risiko kredit bermasalah.

"Tokopedia dan Gojek memanfaatkan riwayat transaksi dan database ini untuk meningkatkan kualitas kredit yang disalurkan GoTo Finansial. Dengan mengetahui riwayat transaksi dan database pelanggan, Tokopedia dan Gojek bakal mampu melakukan 'profiling' terhadap konsumennya dengan baik," katanya.

Sementara itu, Direktur Ekuator Swarna Investama Yohanis Hans Kwee menilai fasilitas GoPayLater Cicil dapat menjadi upaya GoTo mengurangi praktek bakar uang tanpa perlu khawatir kehilangan pelanggan. Meski prosesnya akan bertahap, lanjutnya, namun cara ini dapat memberikan dampak signifikan.

Hans Kwee menambahkan persaingan di bisnis digital saat ini semakin ketat. Hal ini terlihat dari perilaku pelanggan yang kerap melihat promo menarik seperti free ongkir hingga diskon sebelum memutuskan belanja. Di sisi lain, beberapa masyarakat juga membutuhkan opsi pembayaran angsuran.

"Jadi kalau GoTo hanya jualan dengan mengandalkan promo, maka akan banyak uang yang kebakar. Kehadiran GoCicil ini sangat positif buat bisnis GoTo sehingga bisa mengurangi promo (Bakar duit) tadi. Karena banyak orang tertarik melakukan metode pembayaran cicil. Transaksi dan pendapatan pun diharapkan dapat meningkat kedepan," pungkasnya.



Simak Video "GoTo PHK Massal 1.300 Karyawan, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT