Kalah Kasasi, Antam Klaim Sudah Serahkan Emas Sesuai Ketentuan

ADVERTISEMENT

Updated

Kalah Kasasi, Antam Klaim Sudah Serahkan Emas Sesuai Ketentuan

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 27 Agu 2022 15:45 WIB
Gedung ANTAM
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengatakan berada pada posisi yang kuat terkait kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Budi Said. Antam mengklaim telah melaksanakan hak dan kewajiban transaksi.

"Perusahaan menegaskan tetap berada pada posisi yang kuat dalam perkara ini dan telah melaksanakan hak dan kewajiban atas seluruh transaksi dengan itikad baik," kata Corporate Secretary Division Head Antam, Syarif Faisal dikutip dari keterbukaan Bursa Efek Indonesia, dikutip Sabtu (27/8/2022).

Dia juga menambahkan bahwa Antam telah menyerahkan semua barang kepada pihak yang diberi kuasa oleh penggugat sesuai dengan jumlah uang yang dibayar oleh penggugat kepada perusahaan. Syarif mengatakan nilai yang dibayarkan telah mengacu pada harga resmi yang berlaku saat transaksi dilakukan.

Untuk kasasi yang telah dimenangkan oleh Budi Said berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA), Antam mengaku telah menyiapkan langkah-langkah terkait dengan permasalahan tersebut.

"Secara menyeluruh sesuai ketentuan perundang-undangan. Perusahaan berkomitmen untuk senantiasa menciptakan praktik bisnis sesuai prinsip good corporate governance (GCG) di setiap lini bisnis termasuk dalam kegiatan jual beli logam mulia," lanjutnya.

Surat dari Antam itu menanggapi putusan MA menangkan kasasi dari Budi Said. Dengan kemenangan itu, PT Antam harus membayar emas batangan seberat 1.136 kilogram atau 1,1 ton kepada Crazy Rich Surabaya Budi Said.

Selain itu, PT Antam harus membayar uang senilai Rp 92.092.000.000. Hal itu tertuang dalam isi putusan majelis hakim MA dalam laman Mahkamah Agung RI pada 23 Agustus 2022.

Sebagai informasi, dalam catatan detikcom kasus ini sudah ada sejak 2020 silam, di mana saat itu Budi Said menggugat PT Aneka Tambang (Antam) Persero Tbk di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada 7 Februari 2020.

Antam digugat membayar kerugian senilai Rp 817,4 miliar atau setara 1,1 ton emas kepada Budi Said.

Dalam perkara tersebut ada 5 pihak tergugat, yakni (I) Antam, (II) Endang Kumoro, Kepala BELM Surabaya I ANTAM, (III) Misdianto, Tenaga Administrasi BELM Surabaya I ANTAM, (IV) Ahmad Purwanto, General Trading Manufacturing And Service Senior Officer, (V) Eksi Anggraeni.

Sebagian judul dan isi artikel ini telah diperbarui dengan penjelasan dari Antam.

(ada/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT