Dukung Digitalisasi Pasar, APPSI: Pedagang Jadi Melek Teknologi

ADVERTISEMENT

Dukung Digitalisasi Pasar, APPSI: Pedagang Jadi Melek Teknologi

Aulia Damayanti - detikFinance
Minggu, 28 Agu 2022 12:48 WIB
Suasana di Pasar Tradisional Cileungsi, Kanupaten Bogor, Jumat (15/04/2022).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Pemerintah tengah mengebut digitalisasi pasar tradisional. Pedagang pasar menyebut dengan langkah ini pasar tradisional akan naik kelas.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sudaryono, mengapresiasi langkah pemerintah yang melakukan percepatan digitalisasi pasar tradisional. Sebab, langkah ini membawa dampak positif bagi pedagang pasar.

"Tentunya kami memberikan apresiasi kepada pemerintah terkait digitalisasi pasar. Langkah ini tentunya akan membawa dampak positif bagi pedagang," kata Sudaryono dalam keterangannya, Minggu, 28 Agustus 2022.

Dengan adanya digitalisasi di pasar tradisional, pedagang akan lebih melek teknologi. Hal ini akan berdampak pada perluasan pangsa pasar mereka, apalagi hal itu dibutuhkan dalam masa transisi pandemi Covid-19.

"Pada saat masa transisi ini teknologi digital memang sangat diperlukan. Dengan teknologi akan membangkitkan ekonomi pasar tradisional," ujar Sudaryono.

Selain itu menurut Sudaryono, program transaksi digital di pasar tradisional juga sangat baik untuk pedagang. Dengan transaksi secara digital, akan mendorong inklusi keuangan Indonesia dan membuat pedagang pasar melek teknologi.

"Misal, mereka bisa memasarkan produknya lebih luas, kemudian orang yang belanja pakai QRIS membuat pedagang melek teknologi, dan mereka tidak lagi risau dengan peredaran uang palsu," ujar Sudaryono.

Sudaryono berharap, program pemerintah sebaiknya diteruskan ke seluruh pasar yang ada di Indonesia. Selain memudahkan pedagang, digitalisasi ini sudah menjadi tren di masa transisi pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui sektor perbankan melakukan percepatan digitalisasi transaksi di pasar tradisional. Salah satunya adalah Bank Mandiri.

Program ini pun diapresiasi Menteri BUMN Erick Thohir. Sebab, dengan digitalisasi transaksi di pasar tradisional. Sebab, hal ini membawa dampak positif bagi pedagang pasar, dan perbankan yakni mendorong tingkat inklusi keuangan.

"Program ini akan memberi banyak manfaat bagi pedagang sehingga saya terus dorong agar direplikasi di sebagian besar pasar rakyat atau tradisional," ujar Erick Thohir beberapa waktu lalu.



Simak Video "Mendag Zulhas Kaget Harga Cabai dan Ayam di Makassar Terlalu Murah"
[Gambas:Video 20detik]
(ada/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT