Kemenhub Minta Layanan Kapal Perintis Diutamakan, Ini Alasannya

ADVERTISEMENT

Kemenhub Minta Layanan Kapal Perintis Diutamakan, Ini Alasannya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 30 Agu 2022 15:33 WIB
KM Sabuk Nusantara 89 bertolak meninggalkan dermaga pada pelayaran perdananya di Pelabuhan Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/8/2022). Kapal Perintis yang akan melayani rute Palu-Samarinda-Bontang-Ogoamas-Malala-Tolitoli-Maratua itu dioperasikan untuk meningkatkan konektivitas nusantara terutama di wilayah Timur dengan tarif relatif murah sebesar Rp19 ribu per orang dengan fasilitas yang cukup memadai. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengajak stakeholder dan seluruh pihak terkait untuk tingkatkan sinergi tingkatkan optimalisasi Angkutan Laut Perintis demi wujudkan konektivitas di seluruh Indonesia.

"Konektivitas adalah tanggung jawab dan amanah yang harus kita jaga. Untuk itu angkutan laut kapal perintis harus dioperasikan dengan efisien, efektif dan akuntabel untuk menjaga konektivitas daerah." Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha pada pembukaan Rapat Koordinasi nasional (RAKORNAS) Pelayaran Perintis dan Rede Transport TA 2022 yang diselenggarakan di Hotel JW. Marriott Surabaya pada hari ini (29/8).

Dirjen Arif beranggapan, ada beberapa hal yang harus diprioritaskan dan disinergikan agar layanan angkutan laut perintis dapat semakin optimal, antara lain meliputi pengelolaan angkutan laut perintis yang berkelanjutan dan harmonisasi dengan Kementerian/Lembaga lainnya dalam mendukung terwujudnya keselamatan maritim.

"Selain itu, ada beberapa hal lain yang juga harus disinergikan, yaitu pengawakan dan kompetensi kru kapal perintis, pengenaan tarif penumpang dan barang, ketersediaan Kuota BBM Subsidi, keteraturan dan kepastian Jadwal Perintis, pemasaran layanan angkutan perintis pada masing-masing Pemerintah Daerah, serta optimalisasi ruta angkutan laut perintis dan integrase dengan rute angkutan kapal PSO dan kapal Tol Laut serta kapal komersial lainnya," terang Dirjen Arif.

Dirjen Arif mengatakan, peningkatan layanan oleh seluruh stakeholder dan penyelenggara Pelabuhan merupakan faktor utama dalam upaya meningkatkan pelayanan publik dalam hal konektivitas, produktivitas, dan ketepatan waktu layanan Kapal Perintis/Tol Laut. Untuk itu, Arif berharap kepada para penyelenggara pelabuhan agar dapat mendukung penyelenggaraan Pelayanan Perintis dan Rede Transport ini dengan cara memberikan kemudahan layanan, biaya yang ekonomis, dan prioritas sandar di Pelabuhan bagi Angkutan Laut Kapal Perintis atau Tol Laut.

"Selain itu, tentunya diperlukan sinergi dengan ekositem wilayah kerja dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku. Ini adalah tugas bersama dari pemerintah berkolaborasi dengan stakeholder dalam memberikan ruang dan ekosistem bagi sektor swasta agar dapat berperan lebih besar dalam meningkatkan konektivitas daerah," tegasnya.

Dirjen Arif menekankan pentingnya meningkatkan layanan angkutan laut perintis sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara optimal. "Lakukan evaluasi yang berkesinambungan atas pelayanan perintis yang telah ada, dengarkan masukan dari para pengguna layanan dan tindaklanjuti dengan cepat, sehingga manfaat pengoperasian kapal perintis dapat dirasakan oleh masyarakat dengan maksimal sesuai dengan spirit Rakor Perintis dan Rede Transport Tahun ini, yaitu Perintis 5G (Good Intention, Good Actions, Good Performances, Good Services, Good Governance)," tukas Dirjen Arif.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting, menyampaikan bahwa pada tahun 2022 ini telah terselenggara sebanyak 117 trayek angkutan laut perintis yang melayani 548 pelabuhan singgah, di mana 44 trayek dioperasikan oleh PT. Pelni melalui mekanisme penugasan sesuai Perpres Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Untuk Kapal Perintis Milik Negara, dan 73 trayek lainnya dioperasikan oleh perusahaan pelayaran swasta melalui mekanisme pelelangan umum. Sedangkan untuk Rede Transport terselenggara 16 trayek yang dilayani oleh PT. Pelni melalui mekanime penugasan sebagai bagian dalam mendukung program keperintisan.

"Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pelayanan angkutan laut perintis merupakan sarana yang sangat dibutuhkan masyarakat terutama pada daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan. Angkutan laut perintis ini telah beroperasi selama puluhan tahun yang konsisten sebagai bentuk kehadiran Negara dalam membantu mobilitas penumpang dan barang, serta perekat atau penghubung pulau-pulau di Indonesia," jelas Capt. Ginting.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT