Zulhas Mau Panggil 4 Pemain Besar Ayam, Ada Charoen & Japfa

ADVERTISEMENT

Zulhas Mau Panggil 4 Pemain Besar Ayam, Ada Charoen & Japfa

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 01 Sep 2022 18:52 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
Foto: 20detik: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas)
Jakarta -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan akan memanggil empat perusahaan besar yang menguasai pasar ayam pedaging atau ayam potong di Indonesia. Pemanggilan ini untuk dimintai upaya agar bisa menaikan harga ayam di kelas peternak yang saat ini anjlok.

Hal ini disampaikan Zulhas saat melakukan pertemuan dengan peternak ayam yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) dan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia.

"Jadi gini aja, empat perusahaan ini saya akan panggil. 'Heh ini harga mereka rugi peternak bisa banngkrut ya, kamu tolong harganya diatur bisa nggak dapatnya jadi Rp 24.000. Kalau nggak mereka minta izin impor GPS gitu aja sendiri-sendiri," kata Zulhas di depan peternak, sembari mempraktekan apa yang akan disampaikannya kepada empat perusahaan besar, dikutip Kamis (1/9/2022).

Adapun keempat perusahan besar yang dimaksud PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Malindo Feedmill Tbk, dan PT Super Unggas Jaya (SUJA).

Setelah pertemuan, Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Hery Dermawan juga menyampaikan bahwa peternak meminta agar Mendag bisa berupaya meningkatkan harga ayam potong di kelas peternak. Ia juga meminta perusahaan besar dipanggil.

"Ini makanya kita nggak tahu (penyebabnya) makanya kita nggak tau minta tolong Mendag ketemu pemain-pemain itu baru ngerti," jelasnya kepada media di Kemendag.

Hery menambahkan kondisi anjloknya harga ayam di kelas peternak telah terjadi dua minggu belakangan ini. Kondisi saat ini, harga ayam di peternak anjlok Rp 14.000 sampai Rp 17.000/kg, tetapi modal yang dikeluarkan peternak saat ini Rp 20.000 sampai Rp 21.000/kg. Artinya peternak mengalami kerugian sebesar Rp 4.000 sampai Rp 6.000/kg.

Namun di pasar harganya saat ini di antara Rp 35.000 sampai Rp 39.000 per kilogram. "Ini yang terjadi pedagang untung, peternak rugi," ungkapnya.

Hery juga mengatakan bahwa akibat turun harga ayam, peternak mengalami kerugian besar. Misalnya kerugian peternak selama dua minggu ini dikatakan Hery sebesar Rp 5.000/kg.

Hitungannya, jika populasi ayam dari peternak mandiri sebanyak 14 juta ayam per minggu akan dikali 1,5 kilogram (ukuran masing-masing ayam). Karena kerugian telah terjadi dua minggu, maka akan dikali 2. Jika ditotal kerugian peternak mencapai Rp 210 miliar per 2 minggu ini.

"Kalau 2 minggu ini dengan cara yang sama ruginya Rp 5.000/kg. Jadi dengan cara yang parameternya 20 juta populasi, 14 juta kali 1,5 kg kali 5 RIBU. Lalu dikali 2 karena dua minggu," terangnya.

(ada/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT