Harga BBM Naik, Driver Ojol Tagih Kenaikan Tarif 30%!

ADVERTISEMENT

Harga BBM Naik, Driver Ojol Tagih Kenaikan Tarif 30%!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 04 Sep 2022 10:32 WIB
Antrean tersebut terkait adanya isu rencana pemerintah menyesuaikan harga BBM jenis Pertalite dan Solar bersubsidi per tanggal 1 September 2022.
Foto: ANTARA FOTO
Jakarta -

Harga BBM subsidi pemerintah resmi naik sejak kemarin. Harga BBM Pertalite naik menjadi Rp 10.000 per liter, kemudian solar naik jadi Rp 6.800 per liter, dan Pertamax nonsubsidi naik jadi Rp 14.500 per liter.

Driver ojek online pun buka suara soal hal ini. Mereka menuntut adanya kenaikan tarif yang diatur pemerintah untuk mengkompensasi kenaikan harga BBM. Apalagi, sebelumnya tarif ojek online sempat ditunda kenaikannya oleh pemerintah.

"Kami minta kepada Pemerintah untuk menaikkan tarif ojol dan mobil (taksi) online sebesar minimal 30% dari harga saat ini tanggal 03 September 2022," ujar Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Taha 'Ariel' Syafaril dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (4/9/2022).

Ariel juga meminta agar pemerintah mau menurunkan potongan aplikasi menjadi hanya sekitar 10% saja. "Pemerintah harus menurunkan potongan aplikasi menjadi 10% tanpa ada lagi fee aplikasi pada setiap order-nya," sebutnya.

Minta Subsidi
Selain meminta tarif naik, Ariel juga meminta pemerintah melakukan pertemuan dan dialog dengan ADO dan juga seluruh perwakilan organisasi driver angkutan online untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah.

"Pemerintah melakukan pertemuan dan dialog dengan Asosiasi Driver Online dan juga seluruh perwakilan organisasi driver online, untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah," ungkap Ariel.

Soal subsidi khusus ojek online, Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono juga meminta pemerintah segera memberikannya kepada para driver. Apalagi, Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengumumkan akan ada subsidi khusus untuk ojek online.

"Hingga saat ini kami belum mendapat keterangan subsidi dalam bentuk seperti apa dan berapa nilainya, karena baru pernyataan pengumuman saja," kata Igun kepada detikcom.

Igun pun menagih agar pemerintah segera mewujudkan janji subsidi khusus untuk ojek online. Mengingat kenaikan tarif ojek online pun sempat ditunda.

"Kami berharap pemerintah segera mewujudkan janji subsidi tersebut agar beban biaya operasional ojek daring tidak berat karena mengingat belum adanya kenaikan tarif bagi pengemudi ojek daring," ujar Igun.



Simak Video "Harga BBM Naik, Kapan Mulai Beli Pakai MyPertamina?"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT