BBM Naik, Tukang Bubur dan Nasi Kuning Masih Tahan Harga

ADVERTISEMENT

BBM Naik, Tukang Bubur dan Nasi Kuning Masih Tahan Harga

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 05 Sep 2022 08:41 WIB
5 Bubur Ayam Legendaris di Jakarta Buat Sarapan Enak
Ilustrasi Foto: Istimewa
Jakarta -

Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina resmi naik pada Sabtu 5 September 2022. Kenaikan harga bensin ini bisa memicu naiknya harga-harga di sektor lain.

Salah satu yang terdampak adalah para penjual makanan. Kebutuhan hidup dan biaya modal yang makin meningkat memaksa para pedagang ini menaikkan harga jual.

Namun, ada beberapa pedagang yang masih menahan harga jualnya. Alasannya macam-macam.

Salah satunya Asep pedagang nasi kuning di daerah Jagakarsa yang mengaku belum berani menaikkan harga jualannya. Kenapa ya?

"Harga berasnya juga belum naik, jadi nasi kuningnya masih harga lama," kata Asep kepada detikcom di lokasi, Senin (5/9/2022).

"Nanti kalau biaya kirim beras dari sawah ke sini naik, baru (harga nasi kuning naik) tuh," kata pria asal Tasikmalaya ini.

Asep masih menjual nasi kuning Rp 8.000 per porsi. Isinya nasi kuning, bihun, tempe orek, dan telur suwir. Harga gorengan yang dia jual juga masih Rp 2.000 per buah.

Hal yang serupa disampaikan pedagang bubur di wilayah yang sama bernama Dadan. Biaya modal yang ia keluarkan belum naik, sehingga ia masih menahan harga jual buburnya.

"Kalau langsung naik juga takutnya yang beli berkurang. Mungkin nanti minggu depan (naik harga)," kata Dadan kepada detikcom.

Dadan masih menjual buburnya Rp 10.000 per porsi. Untuk sate usus dan telur puyuh masih dijual Rp 2.000 per buah.



Simak Video "Harga BBM Naik, Ojol: Rp 30 Ribu Enggak Full Tank Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT