BBM Naik Kerek Inflasi Bisa Tembus 6,8%, Pertumbuhan Ekonomi Masih 5%?

ADVERTISEMENT

BBM Naik Kerek Inflasi Bisa Tembus 6,8%, Pertumbuhan Ekonomi Masih 5%?

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 05 Sep 2022 18:08 WIB
Antrean panjang warga yang hendak membeli Pertalite terlihat di SPBU Pinang Ranti, Jaktim. Tak sedikit warga yang beralih ke Pertalite usai harga Pertamax naik.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kementerian Keuangan mengungkap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tentu akan berpengaruh terhadap laju inflasi, harga barang dan jasa akan ikut terkerek. Diprediksi inflasi sampai akhir tahun akan meningkat 1,9%.

Meski begitu, Kemenkeu mengaku akan menjaga tetap di bawah 7%. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu memproyeksi inflasi Indonesia tahun ini berkisar hingga Rp 6,8%.

"Kita sudah hitung naiknya 1,9% dari BBM ke inflasi. Kisarannya 6,6%-6,8% (tahun ini)," kata di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (5/9/2022).

"Tapi ingat kita sudah berhasil melakukan supply bahan makanan dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP & TPID), sehingga kita jaga inflasinya tidak terlalu tinggi," tambahnya.

Saat ini untuk mengendalikan inflasi, pemerintah juga mengajak pemerintah daerah untuk berupaya dalam menekan inflasi di masing-masing daerah. Walaupun sebelumnya inflasi dari Juli disebut Febrio mengalami peningkatan, kemudian pada Agustus turun.

"Juli kan tinggi ya di 4,9% ya. Nah tapi kemudian setelah Juli 4,9%, pemerintah ini gerak cepat. Nah sekarang di Agustus kan inflasi kita 4,69%," tambahnya.

"Tapi kita ingin lebih kuat lagi dan ingin supaya tim pengendali ini tetap bekerja dengan sangat efektif makanya gubernur-gubernur diajak ngobrol, bupati bupati diajak ngobrol. Nah ini yang kita harapkan kerja sama dari semua pihak," lanjutnya.

Febrio meyakini untuk pertumbuhan ekonomi diharap masih dijaga pada level 5,2%. "Pertumbuhan ekonomi kita masih jaga di 5,2%," tutupnya.

Harga BBM Naik

Pemerintah telah resmi mengumumkan harga baru untuk BBM jenis solar, Pertalite, dan Pertamax pada 3 September kemarin.

Harga BBM jenis solar di SPBU Pertamina naik menjadi Rp 6.800 per liter, lalu Pertalite naik menjadi Rp 10.000/liter, dan Pertamax naik jadi Rp 14.500/liter. Harga baru ini berlaku mulai pukul 14.30 WIB pada tanggal diumumkan.

Untuk harga BBM jenis non subsidi, Pertamax Turbo RON 98 Rp 15.900/liter, Dexlite CN 51 Rp 17.100/liter, dan Pertamina Dex CN 53 Rp 17.400/liter.



Simak Video "Instruksi Jokowi ke Pemda Hadapi Kenaikan Harga BBM "
[Gambas:Video 20detik]
(ada/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT