97 Kopi Made in Garut hingga Toraja Mejeng di Pameran Eropa

ADVERTISEMENT

97 Kopi Made in Garut hingga Toraja Mejeng di Pameran Eropa

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 07 Sep 2022 09:14 WIB
Berapa Lama Biji Kopi, Kopi Bubuk, hingga Cold Brew Bisa Disimpan?
Foto: Getty Images/iStockphoto/NighthawkFotografie
Jakarta -

Produk kopi asal Indonesia terus merangksek ke pasar internasional. Terbaru, 97 jenis kopi asli Indonesia dipamerkan di Pameran Pasar Kopi di Eropa.

Menteri BUMN Erick Thohir membuka pameran yang digelar Roemah Indonesia BV dan Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara, di Posthoornkerk, Amsterdam, Belanda, pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Pasar Kopi tersebut bertujuan mengangkat posisi Indonesia agar menjadi pemain penting dalam rantai suplai perdagangan kopi Indonesia di tingkat internasional. Dalam event itu, ucap Erick, Indonesia membawa sampel kopi sebanyak lebih dari setengah ton dengan 97 jenis kopi, mulai dari green bean hingga produk turunannya. Kopi-kopi tersebut, berasal dari 11 daerah, yakni Ijen, Gayo, Mandailing, Karo, Lampung, Kerinci, Java Preanger (area Garut dan Bandung), Dieng, Bali Kintamani, Flores, dan Toraja.

"Agenda bertajuk Indonesian Coffee Market; Coffee Revolution ini sangat bagus karena membawa pengunjung mengenal lebih jauh tentang perjalanan kopi nasional. Sambil mencoba beragam kopi asli hasil perkebunan Indonesia, mereka juga akan disuguhkan pameran sejarah produksi kopi, serta berbagai jenis kopi dan produk turunannya," ujar Erick dalam keterangnnya yang ditulis Rabu (7/9/2022).

Erick menyampaikan BUMN mendukung penuh kebangkitan industri kopi nasional. Hal ini ia tunjukan pada pada awal 2022 dengan meluncurkan inisiatif Project Management Office (PMO) Kopi Nusantara.

Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan produktivitas kopi dalam negeri dengan skema program Makmur yang selama ini telah diterapkan di komoditas lain, seperti padi, tebu, dan jagung. Tujuan dari PMO Kopi Nusantara, kata Erick, adalah untuk memperbaiki ekosistem bisnis kopi dari hulu hingga hilir.

"Inilah pentingnya kita harus percaya membangun ekosistem Indonesia di mana kita banyak sekali mempunyai keunggulan di berbagai macam jenis kopi," ucapnya.

Erick menyebut PMO Kopi Nusantara menjadi bagian dari program Makmur komoditas kopi yang memberikan akses untuk finansial, pendampingan, jaminan gagal panen dan pasar.

"Kenapa BUMN terketuk, karena 96% dari industri kopi adalah perkebunan rakyat. Tujuan akhir kita adalah kesejahteraan para petani," ungkap Erick.

Dalam agenda tersebut, Erick juga menyaksikan tanda tangan kontrak pembelian kopi antara stakeholders yang tergabung di PMO Kopi Nusantara, termasuk PTPN Group, dengan para importir di wilayah Belanda dan sekitarnya. Erick menyebut nilai transaksi awal kerja sama tersebut mencapai USD 5,6 juta terdiri dari USD 2,5 juta kontrak pembelian dan sisanya sebesar USD 3,1 juta berupa nota kesepahaman.

"Ini sejak awal saya meminta BUMN bangun ekosistem di mana kita tidak boleh menomorduakan petani," lanjut Erick.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Tunanetra Berlatih Menjadi Barista"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT