Omongan Lengkap Erick Thohir Soal Heboh Data PeduliLindungi Bisa Hilang

ADVERTISEMENT

Omongan Lengkap Erick Thohir Soal Heboh Data PeduliLindungi Bisa Hilang

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 07 Sep 2022 16:57 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Heboh omongan Menteri BUMN Erick Thohir tentang bisa hilangnya 60 juta data PeduliLindungi. Erick bicara mengenai itu dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Gedung Bank Mega, Jakarta, Rabu (7/9/2022).

Sebenarnya dalam acara itu Erick awalnya berbicara mengenai pentingnya pengelolaan data base. Sebab selama ini pemerintah dengan banyaknya program yang dijalankan, data yang terkumpul belum dikonsolidasikan.

Padahal menurut Erick konsolidasi data base bisa dilakukan. Terbukti dari penerapan PeduliLindungi untuk penanganan Pandemi COVID-19 yang menurutnya berhasil mengumpulkan data hingga 60 juta.

Nah setelah itu dia berbicara mengenai data PeduliLindungi yang hilang. Namun konteksnya analogi tentang pengelolaan data base, yang menurutnya jika pandemi COVID-19 sudah hilang, data itu juga bisa hilang, dalam artian tidak lagi dikelola.

Padahal menurutnya data base sangat penting dan bermanfaat. Salah satunya bisa dimanfaatkan untuk menjalankan program-program bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

Berikut pernyataan lengkap Erick Thohir:

Nah yang kedua saya sepakat, database. Program kita sudah terlalu banyak. Semua kementerian punya, CSR punya, tetapi kita tidak punya yang namanya satu single data.

Semua departemen punya data masing-masing. Kita sudah bisa mengkonsolidasi contoh PeduliLindungi. Kita pakai sampai 60 juta, tetapi nih COVID sudah mulai hilang, hilang lagi tuh data.

Padahal ini momentum yang luar biasa, karena itu supaya apa, yang tadi kita sepakati. Ketika program-program pemerintah ini berjalan harus tepat sasaran. Apakah yang namanya subsidi, apakah yang namanya keberpihakan kepada UMKM.



Simak Video "Kata Kemenkes RI soal PeduliLindungi Eror Pagi Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(das/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT