Digitalisasi di RI Ngebut, Bisa Genjot Ekonomi di Tengah Pandemi

ADVERTISEMENT

Digitalisasi di RI Ngebut, Bisa Genjot Ekonomi di Tengah Pandemi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 07 Sep 2022 18:35 WIB
Fintech
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta -

Pemerintah mendukung kemajuan ekonomi digital di Indonesia. Ekonomi digital dinilai bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.

Menteri Koordinator Maritim dan dan Investasi Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan, pemerintah melihat saat ini ekonomi digital tumbuh pesat. Ekonomi digital bisa jadi penopang ekonomi pada masa pandemi.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutan kuncinya pada diskusi bertajuk "Enunciating New Indonesia Homeground Unicorns" yang merupakan bagian dari NXC International Summit 2022, ajang pertemuan antara perusahaan rintisan (Startups) dan perusahaan modal ventura (Venture Capital).

"Ekonomi digital Indonesia tumbuh pesat dan menjadi penopang perekonomian dalam negeri akibat dampak pandemi. Ekonomi digital memiliki peran penting dalam mencapai visi menjadi negara maju pada tahun 2045," kata Luhut dalam sambutan di acara diskusi bertajuk "Enunciating New Indonesia Homeground Unicorns ditulis Rabu (7/9/2022).

Ia menambahkan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia sangat pesat jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara. Dalam paparannya, Luhut menyebut nilai ekonomi digital Indonesia tahun 2021 mencapai angka sebesar US$ 70miliar dan diprediksi tumbuh dua kali lipat dari pada tahun 2025.

"Untuk para startup, Pemerintah berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, khususnya untuk mencapai lebih banyak unicorn. Selain itu Pemerintah tidak hanya akan bertindak sebagai regulator, namun juga fasilitator bahkan akselerator," tegas Luhut.

Dalam sesi tersebut, hadir lima perwakilan unicorn Indonesia di antaranya, CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, COO Xendit, Tessa Wijaya, CEO J&T Express, Robin Lo, CEO & Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, CEO tiket.com, George Hendrata dan dimoderasi oleh Rudiantara, Chairman Nexticorn, sekaligus Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia 2014-2019.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto mengatakan tantangan bisnis ke depan semakin beragam. Perusahaan harus mencari cara agar terus berinovasi.

"Kami memahami bahwa perilaku konsumen terus berubah. Hal tersebut mendorong kami untuk fokus mempersiapkan ekosistem dan memperkuat sinergi jaringan offline online atau omnichannel. Dengan demikian Blibli sudah siap dengan segala bentuk disrupsi dan pergeseran perilaku di masa yang akan datang," papar Kusumo.

Di saat yang bersamaan, CEO tiket.com, George Hendrata berpesan pada calon unicorn Indonesia bahwa memahami pasar akan membantu menciptakan sebuah solusi yang tepat guna dan relevan.

"Fokus pada kebutuhan stakeholder, mulai dari pelanggan, pemegang saham, termasuk para karyawan merupakan kunci dari perjalanan tiket.com selama ini. Menavigasi perusahaan startup untuk mendapatkan status unicorn dibutuhkan konsistensi, baik dalam inovasi maupun kualitas layanan. Bukan sesuatu yang mudah tapi hasilnya akan sepadan," tutur George.

Di sela-sela diskusi, Rudiantara mengatakan dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, Indonesia diharapkan dapat menelurkan banyak unicorn-unicorn baru.

"Forum seperti ini memfasilitasi antara global venture capital dengan startup potensial. Harapannya diskusi hari ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak serta menjadi fasilitator pertumbuhan startup Indonesia hingga masuk ke level unicorn," tutup Rudiantara.



Simak Video "Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai USD 77 Miliar Akhir Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT