Bulog Tolak Kenaikan HPP Gabah
Senin, 03 Jul 2006 13:42 WIB
Jakarta - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menolak kenaikan Harga Pokok Pembelian (HPP) gabah dan beras yang sudah disepakati oleh Menteri Pertanian dan Komisi IV DPR.Bulog menilai kenaikan HPP akan memicu harga eceran beras yang akan memberatkan konsumen, khususnya yang berpenghasilan rendah di perkotaan.Demikian disampaikan Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo dalam raker dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2006)."Kalaupun perlu menaikkan HPP, maka sebaiknya efektif diberlakukan mulai tahun 2007, serta disesuaikan dengan situasi perkembangan harga beras regional dan internasional, mengingat harga sudah relatif tinggi," urai Widjanarko.Realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri sampai 28 Juni 2006 mencapai 1.154.988 ton yang terdiri dari 861.851 ton gabah dan 607.713 ton beras.Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2005, angka itu turun 12,89 persen, dan dibanding tahun 2004 turun 35,81 persen.Menurut Widjanarko, penurunan itu disebabkan relatif tingginya harga gabah di tingkat petani karena perubahan pola perdagangan beras, terutama perdagangan antar-pulau yang disinyalir akibat ketatnya pelarangan impor ilegal.
(qom/)











































