BPS: Kalau Tidak Ada Apa-apa, Inflasi Bisa di Bawah 8%

BPS: Kalau Tidak Ada Apa-apa, Inflasi Bisa di Bawah 8%

- detikFinance
Senin, 03 Jul 2006 15:26 WIB
Jakarta - Laju inflasi selama semester I-2006 tercatat hanya 2,87 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) pun optimistis angka inflasi tahun 2006 bisa di bawah 8 persen, sesuai dengan target pemerintah.Dalam hitungan BPS, kendati inflasi akan meningkat seperti saat Lebaran, Natal dan Tahun baru, namun angkanya paling banter hanya 2 persen. "Pengalaman menunjukkan potensi kenaikan inflasi akibat Lebaran itu paling tinggi 2 persen yang terjadi karena dampak psikologis masyarakat, walaupun barang cukup sehingga on top-nya 2%," kata Kepala BPS Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/7/2006).Dengan berpatokan angka inflasi semester I-2006 yang hanya 2,87 persen, jika dikalikan dua, maka akan diperoleh angka inflasi sebesar 5,7 persen. "Dan ditambah 2 persen jadi 7,7 persen. Kalau tidak ada apa-apa, masih dibawah 8 persen," ujar Rusman optimistis. Ia juga mengakui bahwa inflasi Juni memang lebih tinggi dibanding beberapa bulan sebelumnya, kecuali Januari. "Jadi setelah bulan Januari 2006, memang rendah terus. Kemudian bulan Juni ini agak sedikit besar 0,45 persen," tambahnya.Namun laju inflasi tahun kalender yang mencapai 2,87 persen, menurut Rusman relatif lebih kecil. Bahkan paling kecil bila dibandingkan inflasi tahun kalender pada semester I 2004 dan 2005. Pada bulan Juni 2006 terjadi inflasi 0,45 persen. Dari 45 kota tercatat 42 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon 3,29 persen dan inflasi terendah di Medan 0,02 persen. Sedangkan deflasi terbesar di Ternate sebesar 1,39 persen, dan deflasi terkecil di Manado 0,01 persen.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan naik sebesar 1,12 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,26 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,32 persen, kelompok kesehatan 0,27 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,25 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,10 persen. Sedangkan kelompok sandang mengalami penurunan indeks sebesar 0,08 persen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads