Pulau Selat Panjang Gelap Gulita

Pulau Selat Panjang Gelap Gulita

- detikFinance
Senin, 03 Jul 2006 15:58 WIB
Pekanbaru - Musim piala dunia mati lampu. Huh!, bikin kesal. Tapi itulah yang terjadi di Pulau Selat Panjang, Kabupaten Bengkalis, Riau. Penduduk pun marah berat. Aaaarrggghh...Matinya listrik itu merupakan bagian dari krisis listrik di Riau yang kian parah. Sudah sepekan ini saluran PLN di pulau Selat Panjang Kabupaten Bengkalis Riau, mati total. Kini pulau berpenduduk 125 ribu jiwa di Selat Malaka itu gelab gulita di malam hari. Anggota DPRD Bengkalis, Azmi RF saat dihubungi detikcom, Senin (3/6/2006) di Bengkalis, Riau mengatakan, selama sepekan ini seluruh arus listrik di Selat Panjang mati total. Azmi menuding bahwa hal ini merupakan salah satu bukti bahwa mesin yang dibeli Pemda Bengkalis dalam anggaran tahun 2003 lalu, merupakan mesin bekas. "Masyarakat di Selat Panjang sudah sangat emosional melihat keadaan listrik mereka yang mati total. Ini bukti kuat, bahwa mesin yang dibeli Pemda dalam anggaran tahun 2003 lalu, merupakan mesin bekas. Padahal anggaran untuk membeli 4 mesin baru untuk keperluan di Bengkalis senilai 91 miliar," cetus Azmi dengan kesal. Menurutnya, pihak DPRD Bengkalis telah menyetujui anggaran perbaikan empat mesin bekas tersebet sebesar Rp7 miliar. Diharapkan dengan adanya dana ini, 4 mesin bekas yang dibeli Pemda segera diperbaiki. "Kiranya dana yang telah disediakan untuk perbaikan ini tidak lagi di mark up seperti pembelian mesin bekas tersebut. Kita berharap, pemerintah serta PLN bisa segera mengatasi krisis listrik yang sudah pada tahap mengkhawatirkan di Bengkalis ini," kata Azmi. Secara terpisah, Kepala Bagian Pemeliharaan Mesin PLN Wilayah Riau, H Supratman, kepada detikcom juga membenarkan telah terjadi pemadaman total di Selat Panjang. Hal itu disebabkan, mesin Mitsubishi milik Pemda Bengkalis dalam waktu dua bulan terakhir yang menghasilkan daya 3 MW, dalam keadaan rusak. Selama menunggu perbaikan tersebut, kata Supratman, 5 mesin milik PLN yang menghasilkan dana 1.200 kw menjadi rutin memenuhi kebutuhan listrik. Aktivitas mesin selama dua bulan terakhir dalam keadaan full, berakibat fatal."Karena mesin kita full, akibatnya mesin juga mengalami ganguan yang cukup siginifikan. Akhirnya mesin kita juga tak mampu bertahan lama. Itu sebabnya, kini arus listrik mati di Selat Panjang," ungkap Supratman. Untuk sementara ini, lanjut dia, pihaknya tengah mengusahakan saluran daya listrik dan PLN Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Sampai saat ini penyambungan daya ini masih dilakukan secara intensif. Daya yang akan disalurkan lewat PLN Tembilhan juga terbatas hanya 1.200 KW. "Dengan hanya dana 1.200 KW, itu artinya tetap akan terjadi pemadaman bergilir dengan sistem 1:3. Artinya, kalaupun usaha ini berhasil, pemadaman akan terjadi dengan pola 1 kali hidup tiga hari mati. Ini dilakukan secara bergilir terhadap pelanggan PLN," tandas Supratman. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads