BPS Prediksi Ekspor RI Capai US$ 100 Miliar

BPS Prediksi Ekspor RI Capai US$ 100 Miliar

- detikFinance
Senin, 03 Jul 2006 16:10 WIB
Jakarta - Ekspor Indonesia pada bulan Mei 2006 mencapai rekor tertinggi dalam sejarah yakni sebesar US$ 8,34 miliar.Nilai ekspor pada 5 bulan pertama 2006 mencapai US$ 38,39 miliar. Oleh karena itu Kepala BPS Rusman Heriawan berharap nilai ekspor Indonesia tahun ini bisa mencapai US$ 100 miliar."Kalau nanti semua berjalan baik, saya sedikit berharap sampai akhir tahun ekspor mencapai US$ 100 miliar," ujar Rusman dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jalan Sutomo, Jakarta, Senin (3/7/2006).Angka US$ 100 miliar merupakan angka psikologis bagi negara RI. Negara-negara di ASEAN seperti Singapura dan Thailand sudah menembus level tersebut. "Padahal dulu nilai ekspor kita lebih tinggi daripada Thailand," ujarnya.Kasubdit Ekspor BPS Dantes Simbolon menambahkan kinerja pertumbuhan ekspor pada bulan Mei dipicu oleh pertumbuhan ekspor karet, lemak, dan CPO.Karet memberikan kontribusi US$ 776 juta. Artinya dalam satu tahun bisa tumbuh di atas US$ 1 miliar. CPO dalam 5 bulan terakhir mencapai US$ 360 juta. Jadi dalam setahun ekspor CPO bisa mencapai US$ 800 juta."Jadi itu menunjukkan pertambahan yang tinggi dalam beberapa tahun. Juga batubara. Batubara sampai sekarang sudah US$ 660 juta Jadi dalam setahun bisa US$ 1,2 sampai US$ 1,5 miliar marjinnya. Ini pertambahannya dalam satu tahun," ujarnya.Berdasarkan data yang dikeluarkan BPS hari ini, ekspor non-Migas selama Mei 2006 mencapai US$ 6,55 miliar, naik 10,52 persen dibanding bulan April 2006. Peningkatan ekspor non migas terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 113 juta. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada nikel sebesar US$ 42,2 juta.Ekspor non migas ke AS mencapai angka terbesar yaitu US$ 910,1 juta, disusul Jepang US$ 886,0 juta dan Singapura US$ 695,1 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 38,02 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa ( 25 negara ) sebesar US$ 904,7 juta.Menurut sektor, ekspor hasil pertanian periode Januari-Mei 2006 meningkat 18,48 persen dibanding periode yang sama tahun 2005. Demikian pula ekspor hasil industri serta hasil tambang naik masing-masing sebesar 10,18 persen dan 25,98 persen. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads