Andre Rosiade Minta Erick Thohir Segera Bangun Pertashop untuk Nelayan

ADVERTISEMENT

Andre Rosiade Minta Erick Thohir Segera Bangun Pertashop untuk Nelayan

Erika Dyah - detikFinance
Sabtu, 10 Sep 2022 12:58 WIB
Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade.
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir segera mengeksekusi pembangunan Pertashop untuk nelayan. Hal ini diharapkan dapat melancarkan rantai distribusi BBM.

Andre berharap program kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Kementerian Koperasi dan UKM bagi nelayan ini dapat membuat distribusi BBM kepada nelayan menjadi lebih tepat sasaran dan harga.

"Kemarin dalam rapat bersama Menteri Koperasi kami sudah usul pembangunan Pertashop untuk nelayan kepada Pak Teten. Ini butuh kolaborasi dari Menteri BUMN dan Pertamina bagaimana meringankan beban nelayan," kata Andre dalam keterangan tertulis, Kamis (8/9/2022).

Dalam Rapat Kerja Komisi VI dengan Menteri BUMN di Senayan, Jakarta, Andre mengungkap selama ini mayoritas nelayan di penjuru Tanah Air menjerit lantaran tingginya harga serta sulitnya memperoleh solar untuk melaut.

Ia menggambarkan saat harga solar masih Rp 5.000 per liter, nelayan harus rela mengeluarkan Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per liter untuk membeli solar di pengecer. Namun saat ini, pemerintah telah memutuskan menaikkan harga solar menjadi Rp 6.800 per liter.

Untuk itu, ia pun meminta kenaikan BBM ini menjadi momentum pemerintah untuk memperbaiki distribusi BBM bagi para nelayan.

"Jadikan momentum ini untuk lakukan reformasi distribusi solar bagi nelayan. Bagaimana nelayan tidak kesulitan mendapatkan solar murah, agar di seluruh Indonesia dibangun Pertashop nelayan, di mana Pertashop ini dimiliki oleh koperasi-koperasi nelayan," terang Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini.

"Jadi di setiap desa nelayan ada koperasi nelayan yang memiliki Pertashop nelayan. Sehingga apa, investasinya murah dan nelayan mendapatkan solar dengan harga murah, tidak lagi dari pengecer yang harganya sampai Rp 10.000 per liter. Itu usulan kami Pak Menteri dan jadikanlah ini sebagai program pemerintah supaya nelayan mudah melaut," tandasnya.

(fhs/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT