Penjualan Motor Capai Puncak 2029

Penjualan Motor Capai Puncak 2029

- detikFinance
Selasa, 04 Jul 2006 12:11 WIB
Jakarta - Meski diselingi kelesuan pasar otomotif, industri sepeda motor nasional diprediksi masih akan bersinar, dan akan mencapai puncaknya pada tahun 2029. Dan pada tahun 2030 industri motor nasional akan memasuki masa jenuh. Pada tahun 2029 populasi jumlah motor akan mencapai 149,228 juta, dengan perbandingan setiap dua orang akan memiliki satu motor. Sementara rasio pemilik sepeda motor tahun 2005 sebesar 7,8 orang memiliki satu motor. Indikator industri motor 2029 adalah melihat jumlah penduduk yang tumbuh 1,5 persen menjadi 299,200 juta jiwa. Pertumbuhan ekonomi atau Gross Domestic Product (GDP) per kapita tumbuh 5 persen menjadi US$ 2,721 per kapita, penjualan motor tumbuh 10 persen menjadi 13,6 juta unit per tahun.Demikian penjelasan Dewan Pengurus Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadhi Sindhuwinata, dalam acara round table discussion bertema visi industri motor 2030 dan roadmap industri 2010, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Selasa (4/7/2006).Memasuki tahun 2030, industri motor menurut Gunadhi, akan mencapai titik kejenuhan, karena asumsi rasio kepemilikan kendaraan bermotor telah mencapai 2 orang per unit.Penjualan 2006AISI memperkirakan penjualan motor tahun 2006 hanya akan mencapai 4 juta unit, lebih rendah dari tahun 2005 yang sebesar 5,089 juta unit.Penurunan penjualan ini karena melemahnya daya konsumsi masyarakat pasca-kenaikan BBM Oktober 2005. Hal ini juga terlihat dari jumlah pengangguran terbuka yang naik, pekerja formal menyusut, pekerja informal meningkat, jumlah penduduk miskin naik, ekspor belum stabil, fluktuasi nilai tukar, dan tingginya harga bahan baku produksi akibat kenaikan bahan baku dunia.Sementara kegiatan ekspor produk kendaraan roda dua juga terkendala kebijakan lokasi di masing-masing negara tujuan. Begitu pula dengan penambahan investasi yang masih akan menunggu kebijakan terbaru pemerintah. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads