Uang Rp 50 Juta Rusak Dimakan Rayap, Masih Zaman Nabung di Celengan?

ADVERTISEMENT

Uang Rp 50 Juta Rusak Dimakan Rayap, Masih Zaman Nabung di Celengan?

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Rabu, 14 Sep 2022 15:45 WIB
Picture of young girl and her mother with piggybank sitting at table
Masih Zaman Nabung di Celengan? Foto: Getty Images/iStockphoto/macniak
Jakarta -

Nasib malang menimpa Samin (53), seorang penjaga sekolah di SD Negeri Lodjiwetan di Kota Solo. Ia mengalami kerugian hingga puluhan juta gara-gara uang tabungannya rusak dimakan rayap. Uang tabungannya itu dimakan rayap karena disimpan di celengan plastik.

Berkaca dari yang dialami Samin, apakah di era digital ini masih zaman menabung di celengan?

Perencana keuangan Advisors Alliance Group Indonesia, Dandy, mengatakan sekarang ini masih ada saja orang-orang yang menabung di celengan. Biasanya mereka yang menabung di celengan karena menerapkan budaya dari orang tua.

"Masih kok, kebanyakan orang tua mengajari anaknya menabung biasanya menggunakan celengan," ucapnya kepada detikcom, Rabu (14/9/2022).

Ia mengatakan setiap orang memiliki tujuan menabung yang berbeda-beda. Karena itu, sebenarnya sah-sah saja jika masih ada orang yang menabung di celengan, bukan di bank. Lebih dari itu, setiap cara menabung yang dilakukan oleh individu punya konsekuensi berbeda-beda.

"Kalau soal nabung di celengan masih relevan atau tidak, sebenarnya balik lagi untuk tujuan nabung sendiri. Misalkan mau nabung beli rumah tapi dimasukkan ke celengan sebenarnya kurang bijak karena untuk tujuannya yang jangka panjang, lebih baik jangan ditabung di celengan tetapi diinvestasikan," lanjutnya.

Menurut Dandy, menabung di celengan tidak cocok jika tujuannya untuk jangka panjang. Sebab, jika kita menabung di celengan untuk kebutuhan jangka panjang maka uang yang ditabung nilainya akan berkurang karena tergerus inflasi. Kekurangan lainnya adalah seperti yang dialami Samin karena uangnya berisiko rusak.

"Contohnya, saya nabung untuk dp rumah harganya sekarang Rp 200 juta, saya nabung (di celengan) dalam 5 tahun baru bisa terkumpul Rp 200 juta sedangkan harga rumahnya sudah naik dan dp ikut naik menjadi kurang lebih Rp 250 juta, misalnya," tuturnya.

Menurutnya, nabung di celengan akan lebih relevan untuk dana darurat atau tujuan jangka pendek, seperti beli barang hobi atau liburan. Ia juga menambahkan, sebagai alternatif bisa menabung di bank digital.

"Alternatifnya bisa di celengan modern di bank digital. Banyak yang menyediakan layanan tersebut sampai kita mencapai target tabungan, baru bisa di-withdraw," tutupnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT