Kadin: Industri Tumbuh 5 Persen Saja Sulit

Kadin: Industri Tumbuh 5 Persen Saja Sulit

- detikFinance
Rabu, 05 Jul 2006 00:30 WIB
Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, MS Hidayat menilai pertumbuhan industri yang ditargetkan tahun ini 7,7 persen tidak mungkin tercapai. Bahkan sebesar 5 persen tahun 2006 akan sulit tercapai jika pemerintah tidak merenggangkan "tight money policy". "Pertumbuhan industri 5 persen itu berat," ujarnya usai menerima Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional (GP Jamu), di Menara Kadin, Jakarta, Selasa(4/7/2006). "Melonggarkan tight money policy tapi tidak sambil menguatkan nilai rupiah, sehingga kebijakannya tidak jadi kontradiksi," ujarnya. Jika rupiah menguat, lanjut dia, belum tentu menguntungkan banyak pihak, pemerintah harus mencari tingkat nilai tukar rupiah yang realistis. Terkait hal itu, Hidayat berharap Bank Indonesia dan pemerintah mempertimbangkan penurunan BI rate menjadi 12 persen dan secara bertahap mencapai 10 persen pada akhir tahun. "Jika BI rate dapat 10 persen maka bunga pinjaman bisa hanya 14 persen," ujarnya. Dengan BI rate saat ini yang mencapai 12,50 persen membuat suku bunga pinjaman perbankan di Indonesia menjadi tidak kompetitif dengan negara lain sehingga menyulitkan pengusaha untuk melakukan investasi. "Jangan mengorbankan sektor riil untuk kepentingan semata-mata stabilitas makro, tidak relevan apa yang terjadi di makro dan mikro," tegasnya. (mar/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads