Pesaing Hembuskan Kampanye Negatif Ekspor Ban RI

Pesaing Hembuskan Kampanye Negatif Ekspor Ban RI

- detikFinance
Rabu, 05 Jul 2006 10:05 WIB
Jakarta - Pengusaha ban nasional mulai ketar-ketir karena merebaknya kampanye negatif kualitas ban dari Indonesia yang dijual untuk tujuan ekspor. Negara tujuan ekspor seperti Thailand, Siriah, Yordania dan Lebanon menghembuskan isu bahwa ban asal Indonesia masa berlakunya hanya 3-6 bulan. Padahal ban asal Indonesia memiliki ketahanan 3-4 tahun. "Setelah fiskal dan technical barrier (hambatan teknis) kini kita menghadapi isu barrier. Pemerintah Thailand menghembuskan isu ban kita bekerja secara baik hanya 3 bulan. Sedangkan di Siriah, Yordania dan Libanon dikatakan hanya 6 bulan," kata Ketua umum Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) A. Aziz Pane kepada detikcom, Rabu (5/7/2006).Aziz meminta ada kepedulian dari pemerintah khususnya Kedubes Indonesia di Thailand dan negara-negara Timur Tengah untuk meluruskan isu ini.Dikhawatirkan isu-isu seperti ini bisa meluas ke negara lain yang juga merupakan pengimpor ban asal Indonesia."Isu itu tidak benar. Secara standar universal ban buatan kami dapat bekerja selama 3 hingga 4 tahun. Kami tidak mengerti kenapa sampai ada isu itu," keluh Aziz.Untuk pengiriman ekspor membutuhkan waktu hingga 1,5 bulan. Akibat isu ban Indonesia berumur pendek, konsumen mulai terpengaruh dan tidak mau membelinya lagi.Aziz menjelaskan, penjualan untuk ekspor mendapat porsi besar sejak lesunya pasar ban dalam negeri akibat kenaikan BBM tahun lalu.Penjualan dalam negeri pada tahun 2005 sebesar US$ 11 juta dan tahun 2006diperkirakan US$ 12 juta. Sedangkan nilai ekspor 2005 mencapai US$ 520 juta dan 2006 diperkirakan US$ 640 juta.Produksi ban dalam negeri selama tahun 2005 sebesar 41 juta ban dan tahun 2006 diharapkan mencapai 45 juta ban. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads