Pembuat Bola di Majalengka Kewalahan Terima Order
Rabu, 05 Jul 2006 12:15 WIB
Jakarta - Semarak Piala Dunia memberikan berkah kepada Usaha Kecil Menengah (UKM) di Majalengka, Jawa Barat, yang menggeluti bisnis pembuatan bola. Sampai-sampai mereka harus menolak sejumlah order karena kemampuan produksinya terbatas.Ajang Piala Dunia 2006 juga mencatat puncak order UKM pembuat bola di Majalengka yang rata-rata berdiri sejak 1994. Bola yang dibuat dari kulit sintetis itu dijual seharga US$ 2-5 per buah dengan tujuan ekspor Jerman, Prancis, Turki, Afrika Selatan dan negara Timur Tengah.Seperti diceritakan Irwan Suryanto, Presdir Sinjaraga Santika Sport -- salah satu UKM pembuat bola di Majalengka -- pihaknya menerima order 800 ribu buah bola per bulan. Padahal kapasitas pabriknya hanya 100 ribu.Hal itu diungkapkan Irwan di sela acara pameran Smesco (Small Medium Enterprises and Cooperation) Festival 2006, di Gedung Smesco, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (5/7/2006). Acara pameran ini dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Untuk memenuhi pesanan tersebut, Irwan akhirnya bekerja sama dengan pihak lain (outsourcing). Sedangkan tawaran yang baru masuk terpaksa ditolak.Irwan berencana menaikkan kapasitas produksi pabriknya menjadi 250 ribu per bulan dengan menambah 5.000 tenaga kerja baru dari Majalengka. Sedangkan saat ini jumlah karyawannya sebanyak 2.000 orang.Pesanan bola yang datang tersebut bukan hanya dari FIFA tapi juga sejumlah sponsor yang mencantumkan namanya di bola seperti LG, Hyundai, Campina, Coca Cola, Yahoo, Flexi, dan Olympic Furniture.Setelah Piala Dunia, pembuat bola di Majalengka sudah siap menerima order Piala Eropa 2008. Bola Majalengka dengan merek dagang Triple ini juga dikagumi oleh SBY yang mendapat suvenir bola bertuliskan Germany World Cup 2006 berwarna kuning."Wah ini cantik sekali, kualitasnya kan nggak kalah," puji SBY.
(ir/)











































