Harga Minyak Kembali Catat Rekor
Kamis, 06 Jul 2006 11:23 WIB
Singapura - Harga minyak dunia kembali mencatat rekor tertingginya menyusul peluncuran rudal oleh Korea Utara yang dikhawatirkan semakin memperpanas situasi geopolitik mengikuti kriris nulir Iran.Pada penutupan perdagangan Rabu (5/7/2006) di New York, harga minyak ditutup ke level tertingginya dalam sejarah yakni U$ 75,19 per barel. Harga minyak jenis light ini bahkan sempat menembus US$ 75,40 per barel.Namun pada awal perdagangan Kamis (6/7/2006) di Asia, harga minyak jenis light ini untuk pengiriman Agustus sudah surut ke level US$ 74,88 per barel.Harga minyak mencapai level tertinggi yakni US$ 75,71 per barel pada 21 April lalu.Sementara minyak jenis Brent sudah turun hingga 22 sen ke level US$ 73,76 dolar.Menurut pialang, kecemasan faktor geopolitik seputar Iran dan Korut semakin diperburuk oleh meningkatnya permintaan bensin di AS, yang merupakan konsumen terbesar dunia."Yang pasti, menurut saya ini adalah kombinasi meningkatnya kecemasan seputar faktor geopolitik dan meningkatnya permintaan bensin di AS," ujar Mark Pervan, analis komoditas dari Daiwa Securities di Melbourne seperti dikutip dari AFP."Permintaan bensin adalah faktor penggerak utama. Permintaan masih cukup kuat meski harganya masih menyamai saat musim badai tahun lalu. Ini artinya mereka bisa membayar sehingga permintaan akan tetap besar," ujar Tetsu Emori, Kepala Analis Strategis dari Mitsui Bussan Futures.Korut baru saja menembakkan sedikitnya enam rudal, termasuk rudal jarak jauh yang disebut-sebut bisa menjangkau wilayah AS. Uji coba ini meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut dan menuai kecaman internasional.Menurut pejabat-pejabat AS, rudal jarak jauh Taepodong-2 tampaknya gagal sekitar 40 detik saat diluncurkan. Akibat uji coba rudal ini, Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan atas permintaan Jepang.Sejumlah bursa utama dunia pun goyah karena khawatir peluncuran rudal itu bisa memperpanas hubungan AS dan Korut.
(qom/)











































