Gaji Insinyur Asing 10X Lebih Tinggi, PII Protes Bappenas
Kamis, 06 Jul 2006 16:23 WIB
Jakarta - Bukan rahasia lagi kalau selama ini para insinyur asing mendapat bayaran yang lebih tinggi dari insinyur lokal. Persatuan Insyinyur Indonesia (PII) pun mendesak Bappenas berlaku adil dan tidak diskriminatif terhadap insinyur lokal.Keadilan itu terutama dalam standar gaji pada proyek pemerintah dan proyek infrastruktur yang didanai pinjaman luar negeri."Kami mohonkan kepada Pak Paskah untuk rate antara insinyur ekspatriat dan lokal seharusnya kalau kita menghargai profesi yang sama, itu menggajinya sama," ujar Wakil Ketua Umum PII Airlangga Hartarto.Ia menyampaikan hal tersebut usai bertemu wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Kamis (6/7/2006). Kedatangan Airlangga bersama pengurus PII dalam rangka meminta kesediaan wapres membuka kongres PII ke-17 pada 19-22 September 2006. Airlangga mengungkapkan, perbedaan gaji antara insinyur lokal dengan insinyur asing bahkan mencapai 10 kali lipat. Ketetapan perbedaan gaji itu telah lama dibuat oleh Bappenas. "Idealnya setengahnya atau 60 persen karena kami kalau di swasta baik lokal maupun asing mempunyai gaji yang sama," tegas Ketua Asosiasi Emiten Indonesia itu. Dengan perbedaan gaji yang menyolok itu, kata Airlangga, telah menyebabkan komponen biaya pada proyek pemerintah menjadi tinggi.Namun Airlangga tak menampik bahwa investor asing meminta sejumlah syarat yakni harus memakai tenga asing terhadap dengan proyek-proyek pemerintah yang dibiayi asing. Untuk urusan ini, Airlangga mengaku dirinya akan terus melakukan negosiasi dengan pemerintah.
(qom/)











































