Setoran BUMN 2006
BNI Keberatan Bayar Dividen 50%
Kamis, 06 Jul 2006 16:43 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku keberatan jika harus membayar dividen tahun buku 2006 untuk setoran BUMN sebesar 50 persen dari laba bersih.Alasannya, BNI kini sedang membutuhkan tambahan dana untuk menjadi bank internasional dengan minimal modal Rp 50 triliun sehingga butuh modal besar.BNI berharap dividen tahun-tahun kedepan maksimal sebesar 40 persen, karena laba bersih sebaiknya digunakan lebih banyak untuk penambahan modal.Demikian diungkapkan oleh Dirut BNI, Sigit Pramono usai bertemu Menko Perekonomian Boediono, di Gedung Depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (6/7/2006)."Bank ini capital intensive, industri perbankan itu industri yang berbeda sehingga perlu dipertimbangkan. Karena harus diingat bank itu kalau ekspansi memberikan kredit maka modalnya kemakan, jadi kita harus nambah modal. Jadi artinya tidak bisa semua dividen dibayar ke pemilik," papar Sigit.Diakui Sigit, BNI kini sedang memfokuskan untuk menjadi bank internasional yang ditargetkan bisa tercapai dalam 10 tahun kedepan."Kami prinsipnya semakin kecil yang dibayar untuk dividen semakin baik, kalau kita mau dividen 30 persen kan ditolak, ya kita minta 40 persen," tuturnya.Sementara untuk tahun buku 2005 BNI menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 53,26 per saham atau total Rp 707,37 miliar. Dividen ini mencapai 50 persen dari perolehan laba bersih Rp 1,41 triliun.
(ir/)











































