Jatah Modal buat BUMN Masih Lanjut, Ada yang Pecahkan Rekor!

ADVERTISEMENT

Jatah Modal buat BUMN Masih Lanjut, Ada yang Pecahkan Rekor!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 22 Sep 2022 19:03 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kementerian maupun seluruh BUMN dalam menatap era kekinian yang penuh tantangan sekaligus kesempatan. ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz
Jatah PMN Buat BUMN Belum Usai, Ada yang Tembus Rekor!/Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Disuntik Aset Negara

Bukan cuma mendapatkan PMN secara tunai, Sri Mulyani bilang pihaknya mengusulkan agar Hutama Karya juga mendapat penyertaan barang milik negara alias BMN.

BUMN yang sedang fokus menyelesaikan Tol Trans Sumatera itu juga mendapatkan penyertaan aset negara senilai Rp 1,93 triliun. Aset yang diusulkan berupa properti dari eks BPPN seluas 374.791 meter persegi di Karawaci, Tangerang dan Plaju, Palembang.

Aset-aset negara itu diminta untuk dioptimalkan oleh Hutama Karya sebagai tambahan pendapatan Hutama Karya dalam rangka mencari pendanaan pada Jalan Tol Trans Sumatera.

"Hutama Karya masih dapatkan penyertaan modal inkind sebesar Rp 1,93 triliun, dalam aset properti dari eks BPPN. Ini akan dipakai untuk optimalisasi barang milik negara ini dan mendapatkan tambahan pendapatan untuk pendanaan Jalan Tol Trans Sumatera," papar Sri Mulyani.

Selain Hutama Karya, ada beberapa BUMN lain yang mendapatkan PMN tunai. Berikut daftar lengkapnya:

Alokasi dalam UU APBN 2022 Rp 38,47 triliun:

1. PT SMF Rp 2 triliun
2. PT PII Rp 1,08 triliun
3. PT Waskita Karya Rp 3 triliun
4. PT Adhi Karya Rp 1,97 triliun
5. PT Hutama Karya Rp 23,85 triliun
6. PT PLN Rp 5 triliun
7. Perum Perumnas Rp 1,56 triliun

Alokasi dalam cadangan pembiayaan Rp 21,48 triliun

1. PT BTN Rp 2,48 triliun
2. PT Garuda Indonesia Rp 7,5 triliun
3. PT Hutama Karya Rp 7,5 triliun
4. Badan Bank Tanah Rp 500 miliar


(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT