ADVERTISEMENT

Startup Taksi Udara Kittyhawk Tutup!

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 09:35 WIB
Kittyhawk/Reuters
Foto: Kittyhawk/Reuters
Jakarta -

Startup taksi udara menghentikan operasinya. Pada Rabu kemarin, startup bernama Kittyhawk ini mengumumkan untuk berhenti beroperasi.

"Kita sudah memutuskan untuk menghentikan Kittyhawk. Kita masih sedang bekerja untuk memutuskan langkah selanjutnya," bunyi pengumuman perusahaan yang dibagikan lewat LinkedIn dan Twitter resminya, seperti dilansir CNN, Jumat (23/9/2022).

Kittyhawk memiliki misi mulia "membangun taksi udara yang otonom, terjangkau, ada di mana-mana, dan ramah lingkungan," menurut situs webnya. Perusahaan ini didirikan oleh Sebastian Thrun, mantan eksekutif Google yang memimpin usaha mobil self-driving.

Startup ini beroperasi secara diam-diam, sampai pada 2017 mereka mulai terbuka ke publik saat meluncurkan armada pertamanya, pesawat ringan berenergi listrik yang didesain bisa terbang di atas air.

Larry Page, salah satu orang terkaya di dunia, dilaporkan sudah berinvestasi US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun di industri taksi terbang, termasuk Kittyhawk. Pesawat sudah pada pensiun pada 2020, setelah lebih dari 25.000 penerbangan berhasil, menurut perusahaan.

Perusahaan juga sudah meluncurkan beberapa prototipe pesawat listrik dan bekerja sama dengan Boeing pada 2019.

Penutupan operasi Kittyhawk sendiri dinilai tidak akan berdampak pada kerja sama yang sudah dilakukan dengan Boeing, yang disebut Wisk. Pada sebuah tweet, Wisk menyebut, bahwa mereka masih berada di posisi keuangan yang kuat. di mana Boeing dan Kittyhawk masih menjadi investor.

Seperti Kittyhawk, Wisk mengembangkan taksi udara otomatis berenergi listrik, yang disebutkannya "naik seperti helikopter dan terbang seperti pesawat".



Simak Video "Canggihnya 'VoloCity', Taksi Terbang Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT