ADVERTISEMENT

Bertemu Bos Kantor Dagang AS, Zulhas Minta Stimulus Dagang RI Dipercepat

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2022 11:36 WIB
Zulkifli Hasan dilantik menjadi menteri perdagangan menggantikan M Lutfi. Sertijab jabatan Menteri Perdagangan dilakukan di Auditorium Gedung Utama Kamendag, Jakarta.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan/Foto: Dok. Kementerian Perdagangan
Nusa Dua -

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas bertemu Duta Besar Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Katherine Tai. Pertemuan dilaksanakan di sela-sela Pertemuan G20 Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) di Nusa Dua, Badung, Bali.

Zulhas mengatakan dalam pertemuan itu dibahas sejumlah isu dan peluang peningkatan kerja sama perdagangan antara Indonesia-AS. Termasuk permintaan dukungan percepatan otorisasi pemberlakuan Generalized System of Preferences (GSP).

"Indonesia menyambut baik setiap kesempatan dan forum kedua negara untuk membahas isu-isu yang penting dalam hubungan Indonesia dan AS," kata Zulhas dalam keterangannya, Jumat (23/9/2022).

GSP adalah stimulus perdagangan yang diberikan AS dalam bentuk fasilitas bea masuk bagi negara-negara kurang berkembang (LDCs) dan negara berkembang. Dengan GSP, maka ekspor beberapa produk dari Indonesia ke AS tak dikenakan tarif bea masuk.

Dalam hal ini Zulhas meminta dukungan untuk percepatan otorisasi pemberlakuan GSP, mengingat prosesnya telah memakan waktu sejak 2020 diumumkan perpanjangan.

"Kami meminta agar Duta Besar Tai dapat mendorong proses otorisasi pemberlakuan GSP oleh Kongres AS, mengingat prosesnya yang sampai saat ini telah memakan waktu hampir dua tahun semenjak keputusan perpanjangan GSP untuk Indonesia diumumkan," tutur Zulhas.

Pertemuan keduanya juga membahas rencana pelaksanaan Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) tingkat menteri. Zulhas berharap agar pembahasan berfokus pada kebijakan yang strategis dan konstruktif untuk mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi.

Pada 2021, total perdagangan Indonesia dan AS mencapai US$ 37 miliar atau meningkat 36,17% dari 2020. Ekspor Indonesia ke AS tercatat sebesar US$ 25,8 miliar atau naik 38,71%, sedangkan impor Indonesia dari AS sebesar US$ 11,2 miliar atau naik 30,23%.

Indonesia mencatatkan surplus US$ 14,6 miliar. Pada 2021 pula, AS menjadi negara dengan peringkat ke-2 sebagai tujuan ekspor dan peringkat ke-4 sebagai tujuan impor.

Produk ekspor utama Indonesia ke AS adalah minyak sawit, krustasea hidup, alas kaki kulit, krustasea dan moluska, dan furnitur. Produk impor utama Indonesia adalah minyak bumi, kedelai, vaksin, residu pati, dan tepung.

(aid/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT