ADVERTISEMENT

Putin Gencarkan Serangan ke Ukraina, Profesi Ini Ikut Wajib Militer

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Minggu, 25 Sep 2022 06:30 WIB
Seruan Putin Mobilisasi Parsial Berujung Demonstrasi Warga
Vladimir Putin/Foto: DW (News)
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer ke Ukraina. Terkait hal ini, pemerintah Rusia memberlakukan wajib militer bagi warga yang memenuhi syarat.

Sejumlah karyawan di maskapai penerbangan dan pegawai bandara bakal diikutsertakan dalam wajib militer. Mereka bahkan sudah menerima pemberitahuan ini.

Dilansir Reuters, Minggu (25/9/2022), karyawan dari lima maskapai, termasuk maskapai besar Rusia Aeroflot telah menerima pemberitahuan ini. Sejumlah staf di 10 bandara di Rusia juga menerima pemberitahuan yang sama sehari setelah Putin mengumumkan rencananya.

Menurut sumber di tiga perusahaan, kemungkinan 50%-80% karyawan berpotensi mengikuti wajib militer. Sementara sumber di Aeroflot menyebut lebih dari setengah staf di tiga maskapai grup itu akan direkrut. Namun, Aeroflot menolak mengeluarkan komentar resmi.

Kebanyakan pilot di maskapai penerbangan adalah perwira cadangan yang dilatih di departemen militer sekolah penerbangan. Atau prajurit yang telah menyelesaikan dinas militer.

Sebanyak lima perusahaan mulai melakukan penyusunan dan dua telah mengirim daftar karyawan yang akan dibebaskan dari wajib militer Rusia. Pengecualian ini dibutuhkan untuk posisi tertentu, seperti pilot, pengontrol lalu lintas udara, spesialis teknis, komersial dan TI.

Sebelumnya Putin pada hari Rabu memerintahkan mobilisasi pertama Rusia sejak Perang Dunia II. Dia berencana mencaplok sebagian besar wilayah Ukraina, memicu beberapa warga yang masuk kategori wajib militer meninggalkan negara itu.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu pada hari Rabu mengatakan, sekitar 300.000 tentara cadangan akan dipanggil. Mereka akan menjadi spesialis dengan pengalaman tempur yang dimiliki.

Sebagai informasi, pria berusia 18-27 tahun di Rusia diwajibkan melakukan dinas militer satu tahun. Hal ini berlaku juga untuk mahasiswa yang mungkin menerima instruksi dari fakultas militer, samping studi pilihan mereka.

Namun, pemerintah Rusia memberi pengecualian untuk beberapa jenis pekerjaan. Karyawan di sektor pekerjaan yang penting boleh tidak mengikuti wajib militer.

Adapun beberapa profesi yang bakal dikecualikan antara lain ahli IT, pekerja di sektor keuangan, hingga jurnalis.



Simak Video "Perintah Putin Mobilisasi 300 Ribu Militer ke Ukraina!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT