Rakyat Jelata Jadi Fokus Dekopin
Jumat, 07 Jul 2006 15:13 WIB
Jakarta - Menyambut Hari Koperasi ke-59 yang jatuh pada 12 Juli, Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) melakukan tiga langkah untuk memberi perhatian pada persoalan yang memberatkan rakyat jelata.Kepengurusan Dekopin dibawah Adi Sasono yang dilantik pada 17 Desember 2005 ini, akan menggandeng sejumlah pihak untuk merealisasikan aksinya.Terutama masalah penyediaan dan yang akan bekerja sama secara mutual benefit dengan sejumlah BUMN yang telah fokus membantu koperasi, serta dari anggota-anggota koperasi.Demikian diungkapkan oleh Ketua Pengurus Harian Dekopin, Bambang Suharto, dalam jumpa pers memperingati Hari Koperasi ke-59, di Gedung Graha Inkud, Jalan Warung Buncit, Jakarta (7/7/2006).Tiga langkah yang dilakukan itu adalah, pertama, Dekopin masuk pada sektor pertanian. Tujuannya mendorong terwujudnya pertanian organik dan sejauh mungkin menggunakan pupuk tak bersubsidi.Untuk program ini, Dekopin menggunakan pendekatan 1-10-1 artinya dengan sistem ini biaya produksi maksimal Rp 1 Juta dengan hasil 10 ton gabah kering panen per hektar sawah. "Artinya pendapatan petani harus dua kali lipat dari yang ada sekarang," kata Bambang.Kedua, pengembangan program perumahan. Inti dari program ini semakin hari harga rumah semakin murah dan bisa dijangkau rakyat kecil.Program kedua ini, menggunakan pendekatan 1-100-5. Artinya dengan uang muka Rp 1 juta cicilan Rp 100 ribu dalam jangka waktu 5 tahun.Program ini untuk rumah sederhana dalam rangka mendukung program satu juta rumah dari pemerintah. Target Dekopin sampai akhir tahun mencapai 200 ribu rumah.Ketiga, program budidaya jarak melalui pusat pembibitan bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII di Jember Jawa Timur. Saat ini luas kebun sudah mencapai 2.000 hektar dan tersedia 12 juta bibit jarak siap tanam. Kebun ini telah mampu menyediakan bibit 2.000 hektar per bulan. Sementara untuk kebun jarak di Jawa Barat bekerja sama dengan PTPN VIII. Kebun ini memiliki kemampuan satu ton per hari serta pengelolaan biofuel atau biodiesel dari crude palm oil (CPO).
(ir/)











































