Warga Baubau Curhat ke Jokowi, Rela Jaminkan Ijazah buat Modal Usaha

ADVERTISEMENT

Warga Baubau Curhat ke Jokowi, Rela Jaminkan Ijazah buat Modal Usaha

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Selasa, 27 Sep 2022 16:55 WIB
Presiden Joko Widodo menyaksikan penyerahan bantuan subsidi gaji/upah (BSU) tahun 2022 oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah kepada para pekerja yang ada di Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara pada Selasa (27/9/2022).
Presiden Joko Widodo. Foto: Dok Kemnaker
Jakarta -

Seorang warga Baubau melontarkan pertanyaan langsung di depan Presiden RI Joko Widodo. Warga tersebut menanyakan apakah ijazah sarjananya bisa dimanfaatkan sebagai jaminan untuk mendapatkan modal dari bank BUMN.

Ungkapan tersebut disampaikannya saat Jokowi tengah hadir dalam agenda pemberian bantuan subsidi upah (BSU) di Kantor Pos Baubau, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara hari ini.

"Baru 5 tahun lalu saya lulus. Bisakah ijazah saya dijadikan sebagai modal di BUMN, entah itu Bank BRI, entah Bank Mandiri, karena mengingat startup yang bapak sampaikan kemarin sudah menjamur Pak?" tanya seorang warga bernama Rahmat Irwanto kepada Presiden, Selasa (27/09/2022).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Jokowi menjawab, ada dua cara yang dapat dipilih oleh Rahmat jika ingin mengajukan pinjaman. Cara pertama yaitu melalui skema kredit usaha rakyat (KUR). "Pertama coba dengan yang namanya KUR. KUR itu bisa sampai Rp 500 juta," terang Jokowi.

Kemudian, Jokowi menambahkan, cara keduanya yaitu melalui Venture Capital yang juga terdapat di BUMN.

"Kalau misalnya punya platform, punya aplikasi, berguna untuk petani untuk nelayan atau untuk UMKM bisa ikut pitching," ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi pun menyarankan, agar Rahmat mempersiapkan proposal penawaran dan memaparkan proposal yang berisikan kesiapan, kemampuan, dan keuntungan yang bisa diberikan.

"Sekali lagi orang mau meminjamkan ke kita itu akan melihat performa, lihat kinerja, lihat apa yang ditawarkan, apa yang diprospek. Kalau bagus bisa saja tanpa agunan, pitching itu nggak ada agunan," ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, dalam proses pitching tersebut, nantinya akan melalui serangkaian proses seleksi dan hanya produk dengan kualitas baik yang akan terpilih.

"Yang paling mudah kalau memang barangnya bagus, produk aplikasinya bagus, produk platformnya bagus, itu bisa pitching. Biasanya (dari) seribu orang, hanya 10 orang yang dipilih, dipilih yang bagus-bagus, tapi kalau Rahmat punya yang bagus, berani, itu kompetisi," jelasnya.



Simak Video "Format Penulisan Ijazah Jokowi Disorot, Ini Penjelasan UGM"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT