Mengenal Pemilik Mie Sedaap yang Produknya Ditarik dari Hong Kong

ADVERTISEMENT

Mengenal Pemilik Mie Sedaap yang Produknya Ditarik dari Hong Kong

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 28 Sep 2022 15:33 WIB
Begini Rasa Indomie Mie Goreng Aceh Vs Mie Sedaap Sambal Goreng yang Viral
Ilustrasi/Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Jakarta -

Produk pangan asal Indonesia kembali mengalami masalah di negara lain. Kali ini produk Mie Sedap goreng rasa Korean Spicy Chicken mulai ditarik dari peredaran di Hong Kong.

Dikabarkan bahwa Center for Foods Safety (CFS) Hong Kong menemukan pestisida etilen oksida pada produk mi instan asal Indonesia yakni Mie Sedaap goreng rasa Korean Spicy Chicken.

"CFS mengumpulkan sampel produk dari supermarket di Lok Fu untuk pengujian secara rutin di bawah Program Pengawasan Makanan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel mi, paket bumbu dan bubuk cabai produk mengandung pestisida, etilen oksida," kata CFS dalam keterangan resmi, Rabu (28/9/2022).

Badan tersebut mengatakan pihaknya telah memberi tahu vendor yang bersangkutan dan memberikan instruksi untuk menghentikan penjualan dan menarik produk Mie Sedaap yang terkontaminasi pestisida dari pasar.

"Pengecer yang bersangkutan telah mulai menarik kembali produk yang terpengaruh. Masyarakat dapat menghubungi hotline di 2606 8658 selama jam kerja untuk pertanyaan tentang penarikan produk yang bersangkutan," tuturnya.

CFS juga mengimbau masyarakat Hong Kong untuk tidak mengkonsumsi produk Mie Sedaap yang terkena pestisida walaupun sudah terlanjur membelinya.

Tengah ditarik dari peredaran di Hong Kong, lantas siapa pemilik merek mi instan tersebut?

Sebagai mana diketahui, Mie Sedaap adalah salah satu merek mie instan terkemuka yang banyak ditemui masyarakat Indonesia. Adapun Mie Sedaap pertama kali diluncurkan pada tahun 2003 oleh WingsFood, salah satu anak usaha Wings Group Indonesia.

Wing Group sendiri pertama kali didirikan pada tahun 1948 di Surabaya, Indonesia oleh orang terkaya paling tua di Indonesia, yakni Harjo Sutanto dengan kawannya Ferdinand Katuari. Mulanya, Wings Group memiliki nama Fa Wings.

Berdasarkan catatan detikcom, Harjo Sutanto dan sahabatnya Johannes Ferdinand Katuari membangun Wings Grup tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Siapa sangka, 70 tahun yang lalu keduanya awal merintis bisnis dengan berjualan sabun dari pintu ke pintu di Jawa Timur.

Kerja keras dan konsisten dalam memasarkan produk sabun buatan sendiri membuatnya berkembang. Lingkup pasarnya pun kemudian masuk ke warung-warung hingga tersebar ke agen.

Pada awalnya, mereka hanya memproduksi sabun colek. Namun akhirnya juga memproduksi sabun mandi merek GIV yang laku keras.

Seiring waktu berjalan, kini Harjo Sutanto berhasil menjadikan Wings Grup sebagai salah satu produsen sabun terbesar di Indonesia. Produknya pun dengan sangat mudah dijumpai di supermarket dan toko-toko ritel besar lain. Sebut saja produknya Nuvo, So Klin, Kodomo, Ciptadent, dan sebagainya.

Tidak hanya itu, Wings Grup juga sekarang memproduksi produk rumah tangga seperti pembersih toilet, detergen, dan pembalut wanita.

Satu lagi, Wings Grup juga memiliki produk makanan yaitu mie instan dengan merek Mie Sedaap. Kini pasarnya pun sudah tidak hanya di Indonesia, melainkan ekspor.

Wings Grup juga termasuk perusahaan yang cepat mengikuti perkembangan zaman. Terbukti dari bisnis franchise peritel minimarket FamilyMart.

Sejalan dengan besarnya Wings Group, Harjo sempat masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan data Forbes, Harjo tercatat memiliki kekayaan sebesar US$ 530 juta atau setara dengan Rp 7,84 triliun (asumsi kurs Rp 14.800). Hal itu membuatnya bertengger di rangking 48 dari 50 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2020.

Simak juga Video: Krisis Gandum Bikin Harga Mie Instan Naik, Apa Antisipasi Indonesia?

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT