Alasan Mall Rongsok Beli Barang Rusak Ketimbang 'Baru'

ADVERTISEMENT

Alasan Mall Rongsok Beli Barang Rusak Ketimbang 'Baru'

Stanislaus Kostka Brillyan Vandy Yansa - detikFinance
Kamis, 29 Sep 2022 10:22 WIB
Jakarta -

Pemilik Mall Rongsok Nurcholis Agi memiliki alasan khusus menolak beli barang elektronik yang masih berfungsi dengan baik. Tidak hanya itu, Nurcholis juga menghindari untuk membeli kendaraan bermotor tanpa surat. Sebab, ada pelajaran penting dalam hidupnya yang menjadi alasan kuat mengapa ia melakukannya.

"Jadi saya ngambil yang rongsok aja, yang rusak aja. Kalau yang baru saya tidak berani beli," ujar pria yang akrab disapa Cholis dalam wawancara dengan program d'Mentor on location, Kamis (29/9/2022).

Cholis menjelaskan alasan penolakan beli barang elektronik keluaran baru. Barang elektronik yang dimaksud dia seperti televisi, handphone dan laptop keluaran baru yang masih berfungsi baik,

"Karena resiko, ini resiko dia boleh nyolong. (Pernah nerima) dulu gara-gara motor, ya masuklah di Polsek 5 hari. Lumayan tidur di jeruji besi," ujarnya.

Cholis mengatakan, setiap orang yang jual atau beli barang mall rongsok dilayani dengan baik. Kalaupun ada barang yang rusak, ia tetap membelinya untuk kemudian dijual secara satuan.

"Kita jual keteng, jadi lebih menguntungkan," paparnya.

Uniknya, Cholis tidak pernah memikirkan modal dan untung dari Mall Rongsok. Ia pun enggan memikirkan jumlah uang yang sudah dikeluarkan untuk beli barang bekas.

"Sudah belanja saja terus, nanti juga ada yang beli. Jadi kita enggak usah mikir laku atau tidak nanti juga ada yang beli," paparnya.

Cholis membagikan sedikit rahasia sukses jualan barang bekas hingga berhasil bangun Mall Rongsok. Kata dia, kuncinya hanya satu dalam menekuni bisnis.

"Ya kalau kita tekun ya, kemudian kita sabar, sudah pasti lebihnya banyak. Contohnya saya bisa bangun seperti ini. Bangunan ini kalau dihargai sudah mahal padahal dari barang bekas semua. Artinya itu jadi bukti bahwa bisnis ini langgeng," pungkasnya

(edo/ed)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT