Jokowi Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi di Antara Negara G20

ADVERTISEMENT

Jokowi Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi di Antara Negara G20

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Kamis, 29 Sep 2022 13:01 WIB
Presiden Jokowi di World Tourism Day
Presiden Joko Widodo/Foto: YouTube World Tourism Day
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi yang terbaik dibanding negara anggota G20. Per kuartal II 2022, indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44%.

"Kuartal dua ekonomi tumbuh 5,44%. Coba dicari negara G20 yang tumbuh di atas 5%. Kita ini tertinggi loh di antara negara G20," kata Jokowi dalam UOB Economic Outlook 2023 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Bahkan menurut perhitungannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa naik ke level 5,4% - 6%. Ini lebih besar dibanding pertumbuhan pada kuartal II.

"Kalau kuartal II tumbuh 5,44%, kuartal ketiga perkiraan saya, tanyakan juga bu menteri keuangan mungkin beda, saya punya kalkulator sendiri bu menteri keuangan punya, Menko Perekonomian punya, tapi perkiraan saya ekonomi tumbuh 5,4%-6%," ungkapnya yang disambut tepuk tangan peserta acara

Prediksi Jokowi berangkat dari data-data yang diperoleh dari jajaran menterinya. Selain itu, ia pun turun langsung ke lapangan, sehingga memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik dibanding kuartal kedua.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebut pertumbuhan kredit cukup tinggi dan berada di angka 10,7%. Neraca dagang juga surplus 28 bulan berturut-turut, dengan capaian surplus di bulan Agustus mencapai US$ 5,7 miliar atau Rp 86,64 triliun (kurs Rp 15.200).

Selain itu, Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur berada di angka 51,7. Melansir dari investopedia, PMI adalah indeks yang menunjukkan arah tren ekonomi di sektor manufaktur. PMI memberi informasi tentang kondisi bisnis manufaktur, yang bisa menjadi pertimbangan perusahaan atau investor dalam mengambil keputusan.

PMI di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur mengalami ekspansi atau kemajuan. PMI di bawah 50 menunjukkan sektor manufaktur mengalami kontraksi atau perlambatan. Misalnya terjadi penurunan permintaan dari konsumen.



Simak Video "Jokowi Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Tembus 5,4%-6%"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT