ADVERTISEMENT

Jokowi Ungkap Dampak Ngeri Krisis Pangan: Sehari 19.700 Orang Mati Kelaparan

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Kamis, 29 Sep 2022 15:36 WIB
Memilukan! Perang berkepanjangan di Yaman telah membuat anak-anak tak bersalah menjadi korban.
Ilustrasi kelaparan/Foto: REUTERS/Khaled Abdullah.
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memperingatkan soal ancaman krisis pangan global. Jokowi mengatakan, krisis pangan membuat ratusan juta orang di dunia mengalami kekurangan pangan akut.

"Tiap hari kita mendengar tentang krisis pangan. Bayangkan, 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan pangan akut, dan ini betul-betul mengenaskan," kata Jokowi dalam arahannya kepada pejabat negara di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Dampak krisis pangan itu disebut cukup mengerikan. Bahkan, tercatat 19.700 orang meninggal setiap hari akibat kelaparan.

"19.700 orang setiap hari meninggal karena kelaparan," katanya menambahkan.

Selain itu, Jokowi mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian Indonesia mendapat swasembada beras dari International Rice Research Institute (IRRI). Menurutnya Indonesia sudah swasembada beras sejak 2019.

"Kita patut bersyukur Agustus lalu kita dapat penghargaan pengakuan bahwa Indonesia sudah swasembada beras sejak 2019. Dan dianggap memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dari IRRI yang juga didampingi oleh FAO (organisasi pangan dunia)," sambungnya.

Meski demikian Jokowi meminta Indonesia tidak telena atas capaian itu. Apalagi kondisi ekonomi dunia masih dilanda ketidakpastian, termasuk krisis pangan dan energi.



Simak Video "Jokowi Bandingkan Harga BBM hingga Gas dengan Negara lain"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT