Bukukan Pendapatan Rp 3,5 Triliun, ASDP Raih Rating AA dari Pefindo

ADVERTISEMENT

Bukukan Pendapatan Rp 3,5 Triliun, ASDP Raih Rating AA dari Pefindo

Dea Duta Aulia - detikFinance
Jumat, 30 Sep 2022 15:52 WIB
ASDP
Foto: ASDP
Jakarta -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali meraih rating AA (Double A/Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan prospek untuk perusahaan stabil. Rating ini berlaku mulai 21 September 2022 sampai 1 September 2023.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan pencapaian tersebut bukan baru pertama kali diraih oleh ASDP. Pasalnya sejak 2018 hingga saat ini ASDP kerap meraih rating korporat AA. Adapun penilaian tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari perusahaan atas Laporan Keuangan Non-Audited per 30 Juni 2022 dan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2021.

"Alhamdullilah, atas rating AA yang diberikan ke ASDP. Kami sangat mengapresiasi hal ini, dimana pencapaian peringkat dari Pefindo ini menunjukkan perseroan memiliki fundamental bisnis yang kuat sehingga dapat dipercaya oleh investor," kata Shelvy dalam keterangan tertulis, Jumat (30/9/2022).

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan ASDP memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban finansial secara penuh dan tepat waktu. Serta ASDP dinilai sebagai perusahaan yang memiliki investment grade yang baik.

"Saat ini posisi pasar perusahaan telah mapan baik di segmen penyeberangan penumpang dan kendaraan serta memiliki profitabilitas yang stabil. Performa positif ini menjadi spirit bagi perusahaan dalam #Menuju50TahunASDP," katanya.

Ia menambahkan rating tersebut bisa berdampak positif dalam mendukung konektivitas logistik nasional.

"Dalam perjalanan kemarin, tahun 2021 merupakan waktu recovery seluruh industri Tanah Air dalam menghadapi COVID-19 termasuk ASDP. Dan di tahun 2022, ASDP semakin sustain, ketika kita mulai keluar dari recovery. Kita bisa membuktikan performa finansial perusahaan dalam 5 tahun tetap stabil," jelasnya.

Ia menuturkan capaian tersebut juga tidak terlepas dari kinerja perusahaan yang cenderung positif. Berdasarkan laporan keuangan, ASDP berhasil membukukan pendapatan Rp 3,55 triliun, dan laba bersih Rp 326,3 miliar. Pendapatan tahun 2021 tersebut melampaui dari total pendapatan dalam kondisi normal sebelum COVID-19 di tahun 2019 sebesar Rp 3,31 triliun dan naik 11,10 persen dibanding realisasi tahun 2020 sebesar Rp 3,1 triliun.

Sementara untuk capaian laba bersih, mencapai 293,31 persen dari target, dan mengalami pertumbuhan 80,13 persen dari laba di tahun 2020 sebesar Rp 181,14 miliar. Capaian laba bersih 2021 ini bahkan yang tertinggi sepanjang sejarah sejak ASDP berdiri.

"Selain itu, kinerja positif juga didukung program pengendalian biaya melalui langkah efisiensi yang ditunjukkan dengan operating ratio 72,05% lebih rendah dibanding 2020 sebesar 76,91 persen," jelasnya.

Selanjutnya, BOPO tahun 2021 sebesar 91,51 persen hal itu berarti perusahaan mampu meningkatkan efisiensinya dengan adanya pengendalian keuangan terhadap realisasi beban pokok dan beban usaha.

Adapun Cash Ration mencapai 276,58 persen, tumbuh 88,5 persen dari tahun 2020 dan Current Ratio sebesar 324,45 persen tumbuh sebesar 64,10 persen dari tahun 2020.

"Dari kondisi ini, posisi ASDP menjadi perusahaan solvable, yakni memiliki kemampuan untuk membayar seluruh total hutangnya menggunakan total aset sebesar 15,98%, dan Debt to Equity 8,67%," tuturnya.

Selain itu, tahun 2021 ASDP juga berhasil membukukan nilai EBITDA positif sebesar Rp 790,83 miliar, tumbuh sebesar 42,17 persen dari tahun 2020 sebesar Rp 556,24 miliar. Hingga bulan Agustus 2022, ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 2,75 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 90,42 persen dari target RKAP 2022 sebesar Rp 3,04 triliun dan naik 24,35 persen dari realisasi tahun 2021 sebesar Rp 2,21 triliun. Selanjutnya, ASDP berhasil membukukan laba sebesar Rp 486,44 miliar atau mencapai 342,03 persen dari target RKAP 2022 sebesar Rp 142,22 miliar dan mencapai 173,14 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebesar Rp 178,09 miliar.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT