Geliat Bisnis Sepak Bola RI: IPO hingga Demam Artis Beli Klub

ADVERTISEMENT

Geliat Bisnis Sepak Bola RI: IPO hingga Demam Artis Beli Klub

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 02 Okt 2022 12:45 WIB
Ilustrasi Bola, Ilustrasi sepak pojok
Foto: iStock/mikkelwilliam
Jakarta -

Dunia sepak bola nasional tengah berduka dengan adanya tragedi Kanjuruhan. Kerusuhan yang terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya dikabarkan memakan korban tewas hingga 130 orang.

Padahal belakangan ini citra sepak bola nasional sudah kembali bersinar. Beberapa klub sepak bola tanah air juga tiba-tiba menarik perhatian publik. Mulai dari yang melakukan pencatatan saham di pasar modal, hingga menarik sederet artis untuk menjadi pemiliknya.

Bali United misalnya, perusahaan pengelola klub tersebut yakni PT Bali Bintang Sejahtera Tbk resmi melakukan pencatatan saham di pasar modal pada Juni 2019 yang lalu.

Saat itu perusahaan menawarkan sahamnya dicatatkan dengan kode BOLA itu di level Rp 175 per lembar. Pada saat pencatatan saham perdana, BOLA langsung melambung 69,14% ke posisi Rp 296.

Di sisi lain, artis papan atas Indonesia hingga anak Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbondong-bondong terjun ke bisnis klub sepak bola dan basket. Dengan kekayaan dan harta yang dimiliki, mereka rela merogoh kocek dalam demi mengakuisisi tim olahraga Tanah Air.

Mulai dari Prilly Latuconsina, Atta Halilintar, Kaesang Pangarep, hingga Gading Marten dan Raffi Ahmad sudah memiliki klub sepak bola.

Raffi Ahmad sendiri mendirikan RANS Cilegon FC, Atta Halilintar menjadi pemilik PS Pati yang kini berganti nama menjadi Bekasi FC, hingga Prilly Latuconsina yang baru membeli klub Persikota Tangerang.

Kemudian Kaesang Pangarep yang eksis di media sosial juga masuk ke Persis Solo. Sedangkan Gading Marten telah mengakuisisi klub Liga 3 Persikota Tangerang.

Namun kini citra sepak bola nasional kembali tercoreng. Tragedi Kanjuruhan membuat banyak netizen menyerukan untuk membubarkan sepakbola. Presiden Jokowi pun sudah meminta PSSI untuk menyetop sementara Liga 1.



Simak Video "Komnas HAM Serahkan Laporan Investigasi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT