Perintah Mendagri ke Kepala Daerah buat Tangkal Inflasi

ADVERTISEMENT

Perintah Mendagri ke Kepala Daerah buat Tangkal Inflasi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 03 Okt 2022 16:09 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Foto: Dok. Kemendagri
Jakarta -

Angka inflasi terus mengalami kenaikan. Hal ini karena adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi pada September 2022.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi mencapai 5,95% pada September 2022. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan angka tersebut masih dalam kategori ringan. Namun tetap harus waspada sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Dia menyebutkan angka ini merupakan kerja pemerintah pusat dan daerah baik kabupaten dan kota.

"Oleh karena itu memang diprediksi kenaikan harga BBM akan menaikkan inflasi. Karena itu kita menempuh langkah agar semua daerah bisa menekan inflasi," kata dia dalam konferensi pers di Kantor BPS, Senin (3/10/2022).

Tito mengungkapkan, Kemendagri juga meminta kepada pemda untuk mengumumkan angka inflasi. Hal ini demi terciptanya iklim yang kompetitif untuk menekan inflasi. Menurutnya jika semua daerah inflasinya terkendali maka angka inflasi nasional bisa dikendalikan.

Dia mengungkapkan salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan inflasi ini adalah kenaikan harga BBM.

"Hal ini tak bisa dihindari karena harga di dunia juga naik. Supply atau pasokan juga mungkin terganggu. Ini mempengaruhi k semua negara. Dan kita memilih untuk menyesuaikan bukan menghapus, tapi mengatur. Harga kita lebih murah dibanding negara lainnya," jelas dia.

Tito mengatakan pemerintah berupaya meredam dampak kenaikan harga BBM ini. Pertama dengan memperkuat jaring pengaman sosial. Selain itu dia juga meminta agar pemda bisa berinovasi untuk menekan dan memberi solusi spesifik untuk penanganan inflasi ini.

Sebelumnya Kemendagri juga telah menerbitkan SE yang merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2022 beberapa waktu lalu. Tito menyampaikan, untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan, daya beli masyarakat, dan mendukung kelancaran distribusi serta stabilitas perekonomian di daerah, dibutuhkan dukungan dan langkah-langkah strategis dari seluruh kepala daerah.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT