Kawasan Industri Naik 192,03%
Senin, 10 Jul 2006 16:12 WIB
Jakarta - Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia belum pulih, namun industri tetap tumbuh dengan baik. Hal itu terlihat dari angka penyerapan kawasan industri yang naik hingga 192,03 persen selama triwulan II 2006.Penyerapan kawasan industri pada kuartal II 206 tercatat 86,15 hektar atau naik 192,03% dibanding kuartal pertama. Total penyerapan kawasan industri mencapai 5.198 hektar.Pembeli kawasan industri terutama dari sektor farmasi, otomotif, elektronik, baja dan plastik. Investor ASEAN termasuk Jepang dan Cina merupakan pemilik saham terbesar dalam industrial investment.Demikian 'Jakarta Property Market Overview' yang disampaikan oleh Technical Advisor Valuation Research and Consultancy Coldwell Banker Commercial, Benjamin Lamberte dalam konferensi pers di kantornya kawasan bisnis granadha , Jl. Gatot Subroto, Jakarta Senin (10/7/2006).Ia menjelaskan, harga lahan industri secara keseluruhan turun 1,11 persen untuk harga dalam dolar AS dan naik 1,82 persen untuk harga dalam rupiah. Harga lahan industri di Jabodetabek berkisar US$ 37.06-US$ 122.55 per meter persegi.Untuk urusan wilayah industri, Bekasi tetap jagonya dengan pasokan mencapai 45,13%. Setelah Bekasi, kawasan industri berturut-turut adalah Tangerang (14,88%), Jakarta (14,19%), Karawang (12,87%) Serang (11,03%) dan Bogor (1,91%).Benjamin menambahkan, permintaan kawasan industri diperkirakan akan menguat sejalan dengan rencana paket deregulasi yang ditujukan untuk memulihkan dan melanjutkan ekspansi industri.
(qom/)











































