ADVERTISEMENT

300 Ton Beras Murah Disebar ke Pasar Induk Cipinang, Berapa Harganya?

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Selasa, 04 Okt 2022 19:15 WIB
Inflasi pada Juli 2022 sebesar 4,94% menjadi rekor tertinggi sejak Oktober 2015. Harga komoditas pun menjadi naik.
Beras/Foto: A.Prasetia/detikcom
Jakarta -

Food Station sebagai BUMD pangan Pemprov DKI Jakarta berupaya menjaga stabilitas dan ketersediaan beras medium di harga yang terjangkau. Bekerja sama dengan Perum Bulog Sub Divisi Regional (Subdivre) DKI Jakarta, dilaksanakan operasi pasar Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.

Operasi pasar KPSH di Pasar Induk Beras Cipinang disaksikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso

"Berdasarkan pantauan kami di PIBC harga beras medium pada tanggal 30 September 2022 sebesar Rp 9.834 per kg. Jika dibandingkan dengan harga beras medium sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium yaitu Rp 9.450 per kg," kata Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo dalam pernyataan tertulis, Selasa (10/4/2022).

Untuk itu pihaknya bekerjasama dengan para pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang untuk menyediakan beras operasi pasar KPSH dengan harga Rp.8.900 per kg. Untuk tahap awal beras yang disediakan dalam operasi pasar KPSH ini adalah 300 ton.

Beras tersebut didistribusikan kepada pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang, dengan harga jual sebesar Rp 8.900 per kg atau di bawah HET. Rencananya operasi pasar beras medium akan terus dilakukan sampai dengan bulan Februari 2023. kami akan disalurkan sebanyak 70.000 ton untuk mengendalikan harga beras medium.

Menurutnya, Operasi Pasar KPSH ini dilakukan secara masif dan terstruktur, para pedagang dan agen berkolaborasi memastikan harga sesuai dengan maksimal yang sudah ditentukan. Pamrihadi pun berharap tidak ada pedagang atau agen yang memanfaatkan harga tinggi untuk mendapatkan untung berlebih.

"Kami juga berharap tidak ada pedagang atau agen yang memanfaatkan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan berlebih, karena kasihan warga masyarakat yang sudah merasakan beratnya atas beban kenaikan harga-harga produk lain sebagai dampak kenaikan harga BBM", jelasnya.

Pamrihadi menjelaskan, inilah momentum untuk menstabilkan harga beras premium di pasaran.



Simak Video "Raibnya 500 Ton Beras di Gudang Bulog Pinrang Diusut!"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT