Vaksin Meningitis Langka dan Tiket Pesawat Bikin Travel Umrah Ketar-ketir

ADVERTISEMENT

Vaksin Meningitis Langka dan Tiket Pesawat Bikin Travel Umrah Ketar-ketir

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2022 08:30 WIB
Muslim pilgrims pray at the Grand Mosque during the minor pilgrimage, known as Umrah, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, March 6, 2022. Saudi Arabia announced that It was decided to end the precautionary and preventive measures related to combating the Covid-19 pandemic, the state news agency reported. (AP Photo/Amr Nabil)
Ilustrasi/Foto: AP/Amr Nabil
Jakarta -

Perjalanan umrah sudah makin banyak paska pembukaan 31 Juli 2022 lalu. Namun kini travel umrah sedang was-was dengan pasokan vaksin meningitis dan tiket pesawat.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP Amphuri) Farid Aljawi mengungkapkan travel berupaya memenuhi syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Dia menambahkan, menurut informasi dari Kementerian Kesehatan vaksin tersedia pada awal bulan ini. Namun butuh waktu untuk distribusi ke seluruh Indonesia. Padahal keberangkatan itu selalu ada setiap harinya.

"Di Jakarta saja bisa 3.000 orang per hari. Sejak dibuka pada 31 Juli 2022 sudah ada 210 ribu jamaah yang berangkat. Itu artinya sempat ada 100 ribu orang yang berangkat umroh. Sekarang Kemenkes biang punya 100 ribu sampai 150 ribu, buat berapa hari saja sudah habis. Jadi jangan sampai masyarakat jadi korban," jelasnya.

Tiket pesawat juga menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan para penyelenggara umrah. Hal ini karena turunnya ketersediaan armada pesawat.

"Pesawatnya juga berkurang. Beda dengan sebelum pandemi dan harga tiketnya juga naik," kata dia.

Hal ini memungkinkan travel umrah untuk meminta biaya tambahan kepada calon jemaah. "Karena harga tiket pesawat naik yang disebabkan harga avtur yang naik," jelas dia.

Tips Pilih Travel Umrah

Farid mengungkapkan masyarakat jangan pernah tergiur dengan tawaran umrah yang sangat murah.

"Jangan percaya dengan harga yang murah, sekarang biaya pesawat, hotel dan akomodasi lainnya itu mahal. Jangan percaya dengan harga yang nggak masuk akal," kata dia.

Farid mengatakan, masyarakat juga harus memperhatikan perizinan resmi yang dikantongi oleh perusahaan travel. "Kalau nggak ada izin, kita nggak bisa tanggung jawab, pemerintah atau asosiasi juga tidak bisa menindaklanjuti," jelasnya.

Selain itu yang harus diperhatikan juga adalah soal keberangkatan, mulai tiket, hotel, visa sampai makanan. Jika hal tersebut sudah dipastikan maka keamanan akan terjamin.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT